Pagi ini suasana rumah sangatlah ramai. Semua saudara Ayah dan Bunda berdatangan ke rumah. Walaupun aku hanya mengundang teman-teman dekat saja, tetapi tamu yang datang masih tetap sangat banyak. Hari ini akhirnya aku akan menjadi seorang pengantin dari seorang ustad yang sangat tampan. Walau ini adalah hasil perjodohan yang dilakukan oleh Ayah, tetapi aku yakin laki-laki yang Ayah pilih ini adalah laki-laki yang sangat baik dan sempurna. Wajah-wajah senang terlihat dari keluargaku dan juga para tamu yang hadir. Mereka masih penasaran dengan wajah mempelai lelaki yang belum datang. Bisik dan canda gurau juga meramaikan suasana pagi ini. Namun entah mengapa, hatiku terasa sangat sesak dan membuat diriku sulit untuk bernapas. Padahal, aku adalah salah satu perempuan yang beruntung. Sebent

