BAB 32

1736 Kata

“Rian… tolong lepas kan saya,” kataku dengan tidak jelas. Tetapi, Riandi masih tidak peduli dengan keadaanku. Dia masih mencoba melakukan yang tidak senonoh terhadap diriku. Bahkan sekarang, semua kancing bajuku sudah dilepas semua olehnya. “Tolong Di, sadar Di. Ini bukan kamu, Di.” Air mataku mulai mengalir membasahi pipiku. Tetapi, Rian tidak menyadarinya. Dia sedang menikmati memainkan salah satu gunung kembar milikku. Tiba-tiba, seseorang menarik kemeja baju Riandi dari belakang. Dan langsung melempar tubuh Riandi jatuh tersungkur di lantai. Orang itu juga menutup tubuhku dengan jaketnya. Kemudian, dia kembali menghajar Riandi hingga babak belur. Dia berhenti menghajar Riandi, saat Rian tidak bisa bergerak lagi. Aku belum bisa melihat laki-laki yang sedang menghajar Riandi. Karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN