Elhaq masih merebahkan wajahnya di atas mejanya, ia masih belum bisa melupakan kejadian memalukan semalam di rumahnya dan sekarang masih membuatnya kepikiran. Bagaimana Elhaq harus menghadapi Syaqila nantinya, apalagi mamanya semalam sudah hampir membocorkan semua ceritanya pada gadis berkerudung itu. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana nantinya. "Akh, mau mati ajalah." Ujarnya dengan memukul-mukulkan keningnya pada mejanya. "Kenapa?" Elhaq sontak mengangkat wajah dan langsung melebarkan matanya kaget melihat Syaqila yang kini berdiri di depannya dengan menatapnya aneh. "Soal mama kamu semalam," Elhaq menelan salivanya kasar dengan menggigit bibirnya pelan, merasa gugup dengan apa yang akan Syaqila katakan. Ia sudah pasrah kini kalau Syaqila mengatainya yang terpenting ia bisa hidu

