Pemuda tampan itu terlihat sedang berjalan menyusuri rak-rak snack di dalam supermarket. Sedari tadi tangannya sudah mendorong troli dengan di dalamnya sudah terisi beberapa barang yang ia beli. Kepalanya tertoleh kanan-kiri mencari barang yang belum ia temukan. Ekor matanya memicing dengan bibirnya yang tertarik pelan membentuk garis lurus, sudah kelelahan mengitari rak di sana hampir tiga kali. Ia pun berjalan ke arah salah satu karyawan yang sedang mengatur barang. Sekilas ia berdehem samar membuat mbak-mbak kerudung gelap itu mendongak mengangkat wajah menatap ke arahnya. "Permisi, mbak ... cemilan kurma yang biasa di pajang di sini, dimana ya?" Tanyanya sopan membuat mbak-mbak karyawan tersenyum ramah dengan menggelengkan kepalanya pelan. "Barusan stoknya habis, mas." "Qodarullah

