*****
"JANGAN MENANGIS ALLEYSA!"
Zayn mengagetkan Alleysa dengan suaranya yang keras dan lantang.
"Kau bilang Aku tidak penting, kan? Akan Aku buat diriku penting untukmu!"
Zayn melanjutkan mobilnya di kecepatan diatas rata-rata.
Alleysa ketakutan.
Mobil sport Zayn berhenti di salah satu gedung tinggi yang menjulang ke langit.
Sebuah apartement?
"TURUN!"
Alleysa tidak bergerak dari tempat duduknya membuat Zayn semakin kesal dan marah.
Zayn membuka pintu mobilnya dan memaksa Alleysa keluar dengan kasar.
"Zayn sakit!" Alleysa beberapa kali meringis kesakitan di daerah lengannya tapi di acuhkan oleh Zayn.
Menyusuri setiap lorong gedung ini hingga menemukan sebuah lift. Tidak ada satupun orang yang Alleysa lihat di gedung ini.
Suara tangisan Alleysa semakin kencang membuat Zayn kembali lagi membentak Alleysa.
Suara pintu lift berbunyi menandakan Zayn dan Alleysa sampai di lantai 9 gedung ini.
Zayn menarik paksa tangan Alleysa hingga ia berhenti di sebuah Apartementnya dan memasukkan passwordnya.
Pintu berdecit.
Terbuka
Zayn membawa Alleysa masuk dan meleparkan tubuhnya di atas sofa berukuran besar berwarna putih.
"Kenapa kau selalu membuatku marah Alleysa, kenapaaaa?!!!"
"Zayn Aku mohon pelankan suaramu"
"Kenapa kau menganggapku tidak penting? Setelah Aku berjanji padamu tidak melakukannya lagi dengan wanita lain. Kau mempermainkan ku Allyesa!" Zayn memberontak membuat tubuh Alleysa bergetar hebat. Tangannya mulai dingin dan wajahnya memucat.
"Tenang Zayn. Tenang. Aku mohon"
Wajah Alleysa kini sudah basah akibat air matanya yang terus saja mengalir deras.
"Aku tidak mempermainkanmu Zayn. Aku tadi berkata seperti itu karena Carla tidak tau kalau selama ini Aku sering bersamamu. Bahkan ia tidak tau kalau Aku sudah mengunjungi rumahmu"
Alleysa menjelaskan semua kepada Zayn.
"Aku juga kesal! Saat Hito mengatakan kalau kau masih tidur dengan wanita lain. Aku merasa seperti wanita bodoh! Berharap semua yang kau katakan itu benar tetapi semuanya bohong. Kau orang yang sulit di tebak Zayn. Sifatmu kepadaku selalu berubah-ubah. Kadang kau menganggapku istimewa memperlakukanku secara lembut tapi... Kau juga selalu menyakitiku, membentakku bahkan menganggapku sebagai mainanmu!"
Alleysa meluapkan semua kemarahan dan kekesalannya kepada Zayn sambil berderai air mata.
"Aku sudah katakan padamu Alleysa. Aku tidak melakukannya lagi dengan wanita lain. Kau tau betapa sulitnya Aku berhenti dari itu semua? Hito tidak mengetahui semuanya. Kenapa kau percaya pada ucapannya?! Ingat, Alleysa! Kau itu MILIKKU! Jangan pernah menganggapku tidak penting. Dan jangan pernah kau menghianatiku! Aku sudah katakan padamu, tidak ada seorang pun bisa menyentuhmu kecuali Aku!"
Alleysa terdiam.
Dan beberapa kali menghapus air matanya dengan puncak telapak tangannya.
"Aku takut Zayn, kau yang akan menghianatiku setelah apa yang Aku lihat semuanya. Kau benar! Kau sulit melakukannya setelah yang Aku lihat dulu, Kau selalu melakukan apa yang kau mau pada semua wanita. Bahkan saat kau memintaku menemanimu ke tempat Max Aku melihat sesuatu yang membuatku ketakutan. Bahkan Kau mungkin sudah bercinta sama wanita bertatto itu dirumah Max"
"Yeah! Aku sudah melakukannya. Bahkan Aku sering melakukan s*x dengan wanita lain. Itu Aku Alleysa. Kau fikir Kau hidup di lingkungan mana? Negara kita ini free akan s*x. Semua pria sudah melakukannya begitupun dengan wanita. Tapi, Aku berhenti melakukannya karena kau mengabaikanku setelah kau melihatku bersama Laura. Aku tidak bisa kalau kau mengabaikanku! Aku tau, Aku mempunyai sifat arogan dan kasar padamu. Okay, Aku minta maaf soal itu. Akupun masih sulit mengubah sifat ku dan mengontrol emosiku. Aku minta maaf!"
Zayn menghampiri Alleysa yang duduk di sofa dan meraih tangannya.
"Aku minta maaf Alleysa" Zayn menangkup wajah Alleysa yang basah dan mengusapnya lembut.
Zayn menatap mata Alleysa yang sembab dan memeluknya.
"Kau harus janji, tidak akan pernah membentak dan berbuat kasar padaku"
"Yeah" Zayn berbisik dan melepas pelukannya.
Zayn menarik tengkuk Alleysa dan mencium bibirnya. Ciuman yang sejak beberapa hari yang lalu ia rindukan.
Zayn selalu merindukan bibir Alleysa, sesuatu yang membuat Zayn terobsesi olehnya.
Zayn melumat dan mengulum bibir Alleysa. Mengisapnya yang membuat Alleysa mendesah. Lidah Zayn kini masuk mengitari tiap sudut mulut Alleysa.
Alleysa menikmati setiap ia berciuman dengan Zayn, menarik tengkuk Zayn dan memperdalam ciumannya.
Zayn membaringkan tubuh Alleysa diatas sofa dan menindihnya.
Ciuman yang membangkitkan nafsu Zayn.
Masih melumat bibir Alleysa, tangan Zayn turun dan meremas benda kenyal milik Alleysa.
"Aaahhhh" Alleysa mendesah sakit saat kepalan tangan yang kasar meremas p******a Alleysa.
Zayn membuka tiap kancing kemeja yang Alleysa kenakan saat ini hingga bra berwarna hitam terlihat menutupi payudaranya.
"Sakit Zayn, pelan-pelan" Alleysa memohon.
Zayn mengulas senyum saat melihat wajah Alleysa yang menikmati permainannya.
Zayn membuka pengait bra Alleysa dan sebuah gundukkan kembar berada di hadapan Zayn.
Zayn melepas bibir Alleysa dan turun mengisap p******a Alleysa sambil salah satu tangan Zayn masih memainkan p******a Alleysa.
"Aaahhh"
Alleysa menutup kedua matanya merasakan setiap sensasi yang Zayn berikan kepadanya.
Zayn mencium perut Alleysa hingga tangannya turun menyentuh bagian intim Alleysa.
Basah?
Alleysa basah.
Zayn terkekeh merasakan sebuah cairan kental membasahi celana dalam milik Alleysa.
Wajah Alleysa memerah dan malu.
"Kau menikmatinya Nona Haston" Zayn menggoda Alleysa dengan senyuman nakal yang mengihiasi bibirnya.
"Apa aku harus melakukannya sekarang? Oh my god, Alleysa kau membuaku gila!"
Alleysa menggeleng.
"Aku tidak bisa lagi menahannya Alleysa"
Zayn memasukkan jarinya kedalam bagian inti Alleysa yang masih terbalut celana dalam berwarna hitamnya"
"Aaahhhh" Alleysa mendesah kencang bersamaan dengan jari Zayn yang menerobos masuk ke dalam liangnya yang sudah basah.
Zayn menggesekkan jarinya dan bermain di dalam liang Alleysa.
Satu hingga dua jari yang masuk, Alleysa semakin mengerang hebat merasakan tusukkan kecil di liangnya.
Zayn mulai mengocoknya dari pelan hingga cepat membuat Alleysa meremas rambut Zayn.
"Aaaakkkhhhhhh"
Alleysa merasakan o*****e pertamanya.
Wajah kenikmatan muncul di wajah Alleysa di ikuti senyuman nakal di wajah Zayn.
"Kau mau membuat mimpimu jadi nyata, Allesya?" Zayn menatap wajah Alleysa sangat dekat.
"Ha?" Alleysa berfikir sejenak.
"Ini akan nikmat Alleysa" Zayn menyapu lembut beberapa helai rambut Alleysa yang menutupi wajahnya.
Alleysa mengangguk diikuti ukiran senyum di sudut bibir Zayn.
Zayn mencium puncak kepala Alleysa.
"Ini akan sedikit sakit, tetapi rasa sakitnya akan tertutupi dengan kenikmatan. Sayang"
Zayn membuka resleting celananya dan mengeluarkan sesuatu yang besar dan panjang yang sudah tadi mengeras ingin menerobos celana milik Zayn.
Zayn berbisik setelah melihat wajah ketakutan Alleysa.
"Aku akan memulainya dengan lembut Alleysa" Zayn kembali mencium puncak kepala Alleysa.
Zayn menurunkan celana dalam Alleysa hingga bagian intim Alleysa sudah terekspos di hadapan Zayn.
Secara perlahan, Zayn memasukkan miliknya kedalam liang Alleysa yang sangat sempit. Mendorong dengan pelan membuat Alleysa merintih.
Air mata disudut mata Alleysa sudah bersiap terjun membasih pipinya.
"Aaahhh.. Sakit Zayn"
"Tahan sayang, punyamu sangat sempit. Sulit untuk memasukinya"
Perlahan tapi pasti Zayn mendorong miliknya kembali hingga menabrak dinding kewanitaan Alleysa yang sempit.
"Aaakkkhhhhhhh, Zaynnnnnn"
Zayn berhasil menerobos masuk kedalam liang Alleysa. Zayn menggoyangkan pinggulnya dan memaju mundurkan gerakannya.
Sensasi yang hebat kini memenuhi isi kepala Alleysa.
Wajah keduanya saling menikmati setiap pergerakkan yang di lakukan Zayn.
Zayn mempercepat lajunya hingga Alleysa yang merasakan titik klimaxnya sebentar lagi.
"Aaaaakkkkhhhhh" Zayn semakin bersemangat saat ia merasakan klimaxnya yang hampir datang.
Alleysa terkulas lemas saat ia merasakan cairan kental kembali keluar dari liangnya. Tetapi, Zayn masih menikmati liang Alleysa dibawah sana dengan miliknya yang masih terbenam di dalam liang Alleysa.
"Akkkhhhhhh... Aku akan keluar sayang" Zayn menjatuhkan tubuh kekarnya disamping tubuh Alleysa yang setengah telanjang saat ia selesai menyemburkan s****a ke dalam liang Alleysa.
"Thank u Alleysa" Zayn memeluk tubuh Alleysa dan mencium kembali bibir Alleysa yang tadi ia gigit saat merasakan sebuah benda besar menerobos masuk kedalam kewanitaannya.
Zayn membantu mengancingkan kemeja Alleysa yang tadi ia lepaskan, begitupun celana dalam Alleysa yang kembali ia pakai.
"Tidurlah" Zayn berbisik dan memeluk erat tubuh Alleysa.
Alleysa menutup kedua matanya setelah percintaan pertamanya bersama Zayn. Seorang pria yang Alleysa tidak sangka akan mengambil keperawanannya.
*****