- Dendelion University, Australia -
Sebuah mobil sport mengkilap berwarna merah baru saja memarkirkan dirinya dengan posisi sempurna.
Pintu membuka memperlihatkan seorang wanita tinggi dengan rambut yang terurai indah mengikuti arah angin sore hari.
Alleysa keluar dari mobil sport milik Zayn diikuti Zayn tepat di belakangnya.
Alleysa mempercepat langkahnya saat mendapati semua mata tertuju padanya. Tetapi Zayn malah sebaliknya, bersikap acuh dan mempercepat langkahnya sehingga ia dapat berjalan sejajar disamping Alleysa.
Zayn merangkul pinggang mungil Alleysa yang saat ini mengenakan kaos simple dengan rok jeans mini kesukaannya.
Alleysa tampak risih, bukan karena ia tidak menyukai Zayn melakukan itu kepadanya melainkan karena ia menjadi pusat perhatian setelah keluar dari mobil sport itu bersama Zayn.
Tentu saja Zayn benci penolakan Alleysa.
Zayn menghentikan langkahnya dan menarik lengan Alleysa.
"Kau tidak suka Aku menyentuhmu?"
Perkataan Zayn mampu membuat Alleysa panik kalau saja sifat arogan Zayn kembali.
"Bukan Zayn. Aku hanya merasa risih saja saat melihat semua sepasang mata memandangiku seakan ingin mengintimidasiku"
"Acuhkan saja mereka!"
Perkataan Zayn yang singkat dan dingin membungkan mulut Alleysa.
Zayn kembali menarik pinggang Alleysa dan merangkulnya.
Keduanya berjalan menyusuri koridor kampus hingga seorang wanita berdiri diambang pintu pojok kelas.
Carla?
Alleysa panik saat mendapati sahabatnya melihat Zayn yang merangkul tubuhnya.
Belum sempat Alleysa membuka mulutnya, Zayn mengucapkan kata yang tak terduga membuat Alleysa melongo.
"Aku tidak perlu izinmu untuk memiliki Alleysa, kan?"
"Whaaattt? Kau serius?"
Zayn mengangkat satu keningnya lalu tersenyum meninggalkan Alleysa dan Carla.
"Al. Aku butuh penjelasan!"
Carla menarik tangan Alleysa dan menggiringnya ke kursi pojok kelasnya.
"Kenapa kau bisa bersama Zayn? Lalu maksud dia mengatakan hal seperti itu apa? Kau pacaran dengan Zayn?"
Carla memberikan banyak pertanyaan kepada Alleysa.
Alleysa bingung harus memulai dari mana penjelasannya.
"Aku tidak tau harus menjelaskan dari mana. Tapi, yang dikatan Zayn benar"
"Kenapa bisa? Bukannya kau sangat membenci Zayn?"
"Yeaahh, ini sangat sulit untuk di jelaskan Carla" Alleysa menunduk lesuh.
Carla shock dan masih tidak percaya.
"Baiklah, Aku akan menunggumu sampai kau ceritakan semua padaku. Dan yeah Aku akan selalu mendukungmu jika itu menyangkut kebahagiaanmu Al" Carla tersenyum dan memeluk Alleysa.
-----
- Seminggu kemudian -
Sudah menjadi rahasia umum kalau Alleysa ada kekasih Zayn di kampus. Tapi, meskipun mereka mengetahuinya banyak dari wanita lain yang masih menggoda Zayn membuat Alleysa kesal.
Zayn tidak merespon perlakuan para wanita yang menggodanya dan tidak melarangnya juga untuk menyentuh tubuhnya. Hal itu yang membuat Alleysa kesal.
Lagi-lagi Alleysa melihat seorang wanita menggoda Zayn yang sedang terlihat memainkan ponselnya di pojok lapangan.
Alleysa mengirimi Zayn pesan.
"Aku melihatmu! Sungguh menjengkelkan!"
Zayn menerima pesan Alleysa dan menyisir sudut-sudut kampus dengan mata tajamnya mencari keberadaan Alleysa.
Dan yeah! Got it!
Alleysa sedang memandangi Zayn di ujung koridor kampus dengan tatapan sinis.
Laura melihat ke arah yang sama dengan Zayn dan mendapati Alleysa di ujung sana. Bukannya menghentikan aksinya, ia malah semakin agresif menyentuh Zayn.
Alleysa kesal dan berjalan meninggalkan Zayn saat ia melihat Zayn berlari kearahnya.
Alleysa mempercepat langkahnya tetapi kaki jenjang Zayn mampu mendahului langkah Alleysa.
Zayn meraih lengan Alleysa dan menariknya.
"Kau cemburu?" Zayn menggoda Alleysa dengan senyuman nakalnya.
Alleysa hanya menatapnya sinis dan membuang pandangannya.
"Aku benci saat kau membuang pandanganmu padaku" Suara manis Zayn kini berubah menjadi menyeramkan membuat Alleysa kaku dan menatap Zayn.
"Yeah... Kau harusnya menatapku dari tadi Alleysa"
"Aku juga benci saat kau bersama wanita lain bermesraan di tempat umum. Itu sama saja kau tidak menganggapku" Alleysa menunduk kesal.
"Itu bukan mauku, mereka saja yang tergila-gila padaku" Zayn terkekeh.
"Dan kau? Menikmatinya?"
Zayn tertawa melihat ekspresi kesal Alleysa.
"Heeemmm... Yah sedikit"
"Zaaayyynnnn!!!" Alleysa merajuk di ikuti gelak tawa Zayn.
"Aku hanya menikmatinya saat bersamamu, sayang" Alleysa menjadi lemah saat Zayn bersikap manis padanya.
Wajah Alleysa memerah membuat Zayn semakin bersemangat menggodanya.
"Apa kau tidak ingat kenikmatan yang kita bagi beberapa minggu lalu?" Zayn mengingatkan Alleysa pada memori percintaan pertama mereka dimana Zayn berhasil merenggut keperawanan Alleysa.
Alleysa menatapnya dengan tersipu malu.
"Apa kau ingin merasakan kenikmatannya lagi?" Zayn menggoda Alleysa kembali dengan meraih pinggang Alleysa dan menariknya.
Sebuah ciuman manis mendarat di bibir ranum Alleysa.
"Aku sudah lama tidak melakukan s*x lagi Alleysa sejak terakhir bersamamu" Zayn berbisik ke telinga Alleysa membuat bulu kuduk Alleysa meremang.
Alleysa tersenyum dan mendorong tubuh Zayn.
"Ayolah sayang" Zayn mulai memohon. "Aku tidak pernah menahannya selama ini"
"Not today!" Alleysa menggoda Zayn dengan menolak bercinta dengannya.
Alleysa melepas lengan Zayn dan berjalan menuju mobil Zayn yang beberapa langkah lagi dapat ia jangkau.
"Ayo pulang" Alleysa membuka pintu mobil disusul Zayn membuka pintu pengemudi.
Zayn masih memohon.
"Ayolah Alleysa. Ini semua karena kau yang mengingatkanku pada percintaan kita".
"Bukannya kau yang mengingatnya?" Alleysa terkekeh saat melihat ekspresi frustasi Zayn.
"Aku tidak bisa menahannya Alleysa!"
Zayn meraih tengkuk Alleysa dan diciuminya dengan kasar. Bibir mungil Alleysa habis di kulum dan diisap oleh Zayn.
Zayn seperti orang yang akan haus s*x.
"Zaaayyynnn! Pelan-pelan" Alleysa mendesah saat Zayn lebih agresif dari biasanya.
Zayn memperdalam ciumannya hingga ia meraih gundukkan Alleysa dan meremasnya.
Mobil sport Zayn dengan kaca yang gelap membuat keduanya bebas melakukan apa saja di dalamnya.
Zayn membuka baju kaos simple berwarna hitam milik Alleysa hingga membuat bra-nya nampak di hadapan Zayn.
Meremas dengan sekali remasan membuat Alleysa mendesah.
Alleysa sulit mengatur nafasnya karena ciuman Zayn yang terlalu agresif.
Zayn memainkan p****g Alleysa setelah ia berhasil membuka pengait bra milik Alleysa.
"Aaahhhh Zayyynnn"
Zayn mengulum p****g Alleysa disaat yang bersamaan Zayn mulai turun meraih bagian intim Alleysa.
"Zayn, kau mau melakukannya disini?"
"Yeah! Aku tidak bisa menahannya Alleysa. Punyaku sejak tadi mengeras"
Alleysa memijit pelipisnya saat Zayn masih memainkan p****g Alleysa dengan lidahnya.
"Aaakkhhhhhh" Alleysa mendesah saat dinding kewanitannya di terobos masuk oleh beberapa jari Zayn.
Alleysa basah.
Zayn menurunkan celananya dan mengangkat tubuh Alleysa keatas pangkuannya.
Perlahan ia memasukkan kejantanannya kedalam bagian intim Alleysa.
"AAKKKHHHHHHH!!!!!"
Alleysa mendesah saat kejantanan Zayn menerobos masuk kedalam bagian inti Alleysa.
Zayn mengangkat dan menjatuhkan tubuh Alleysa bersamaan dengan laju kejantannya yang terus terdorong masuk kedalam liang Alleysa.
Alleysa memenjam kedua matanya merasakan sensasi yang begitu luar biasa ia terima dari Zayn.
Alleysa meremas rambut Zayn dan sesekali mendesah nikmat.
Zayn memeluk tubuh Alleysa yang saat ini telanjang di dalam mobil sportnya.
Zayn mengganti posisinya setelah ia merasakan kenikmatan di posisi pertamanya.
Menukar posisinya dimana Alleysa duduk dikursi pemudi dan mendorong kembali kejantannya kedalam liang Alleysa.
Alleysa semakin sulit mengatur nafasnya saat Zayn semakin kencang mendorong miliknya hingga Alleysa mendapat klimax pertamanya tetapi Zayn masih memompanya.
Alleysa terkulas lemas dan tidak berdaya saat Zayn masih meneruskan aksinya hingga Alleysa merasakan semburan hangat di bagian intinya.
Zayn merebahkan tubuh disamping kursi pengemudi dengan beberapa keringat yang membasahi tubuh kekarnya.
Alleysa dan Zayn mengatur nafasnya yang sejak tadi tersegal-segal akibat percintaan yang tidak terduganya.
Alleysa mengambil bra nya dan memakainya begitupun dengan celana dalam hitamnya yang terjatuh.
"Aku baru pertama kalinya melakukan hal semacam ini di dalam mobil Zayn"
Zayn tersenyum puas dihadapan kekasihnya.
"Yeah.. Aku akan membuat kau merasakan semua hal yang baru pertama kali kau lakukan"
"Dimana bajuku Zayn?" Alleysa mencari bajunya yang tadi Zayn buka.
Zayn mengambil dan memasangkannya pada Alleysa.
Sebuah ciuman manis mendarat kembali di bibir Alleysa yang sudah pucat akibat lumatan agresif Zayn.
"I love u, Alleysa" Bisikkan Zayn membuat wajah Alleysa kembali memerah.
*****