- Kamar Alleysa -
Alunan musik bernuansa Jazz menggemang di kamar Allesya yang tampak sedikit berantakan. Beberapa novel memenuhi ranjang berwarna pink putih milik Alleysa.
Alleysa sedang merapikan meja baru yang ia beli khusus untuk menata semua novel kesukaannya.
Suara decitan pintu terbuka menampakkan sosok perempuan dengan setelan casualnya tersenyum manis menatap Alleysa.
Yeah, dia adalah Carla.
Carla mengajak Alleysa pergi kesalah satu club malam terkenal di Australia. Carla mendapat ajakan dari kekasihnya, Hito.
"Carl, Aku tidak biasa pergi ke tempat seperti itu! Terlalu berisik"
Alleysa duduk di tepi ranjangnya dengan wajah setengah berfikir.
"Ayolah Al. Apa kau tega membiarkan ku sendirian disana?" Carla memasang wajah merajutnya di hadapan Alleysa.
Berfikir sejenak dan mengiyakan ajakkan Carla.
Alleysa memakai yang simple karena dia sama sekali tidak tertarik untuk ikut malam ini. Tapi, melihat Carla yang baru saja sembuh ia harus menjaganya di tempat berasap itu.
Alleysa duduk di kursi pemudi dan Carla tepat disampingnya. Alleysa menginjak pedal gas dengan lembut dan mobil melaju pelan hingga mereka tiba di tempat yang di tuju.
Carla menelpon Hito dan memberitahunya kalau ia dan Alleysa sudah tiba.
"Hito ada di lantai 2 pojok ruangan itu" Carla menarik lengan Alleysa dan membawanya masuk kedalam ruangan full asap rokok dengan bau alkohol yang menusuk ke indra penciumannya.
Alleysa mengamati setiap sudut club itu, dan sesekali mendapati seorangan pasangan yang asyik b******u dengan ganas.
Pakaian Alleysa dan Carla menjadi pusat perhatian, karena semua orang tampak mengenakan baju yang seksi dan terbuka.
Carla menyusuri setiap sudut lantai 2 itu dan mendapati Hito yang juga mencari keberadaannya.
Carla kembali menarik lengan Alleysa dan membawanya ketempat duduk Hito bersama teman-temannya.
Alleysa kaget mendapati Zayn yang asyik b******u dengan gadis pirang yang berada di pangkuannya.
Zayn menghentikan aksinya saat melihat keberadaan Alleysa yang duduk manis di kursi berbentuk setengah lingkaran itu.
"Apa kau mau minum, Al?" Hito bertanya kepada Alleysa dan sesekali mengisap kembali rokoknya.
"Hem... Tidak. Aku tidak minum".
"Aku ingin mencobanya"
Alleysa menoleh ke arah Carla yang meminta segelas vodka kepada Hito.
"Carl, kau baru saja sembuh" Alleysa mengingatkan Carla.
"Hanya sedikit Al, itu tidak akan membuatku tidak sadarkan diri" Carla terkekeh diikuti Hito dan juga Zayn.
Zayn menatap Alleysa dari ujung rambut hingga kakinya.
Mata Zayn dan Alleysa terarah sama, membuat Alleysa membuang pandangannya saat Zayn menatapnya dengan segulas senyum dibibirnya.
Lagi-lagi Zayn di buat kesal oleh Alleysa karena, Alleysa membuang pandangannya.
Zayn benci saat orang mengabaikannya.
Alleysa merasa terganggu dengan pemandangan pertama yang ia dapatkan tadi saat Zayn b******u dengan seorang gadis di hadapannya.
"Ternyata dia memang b******k!"
Zayn berjalan ke arah Alleysa dan duduk tepat disampingnya.
"Kau tampak cantik malam ini Alleysa" Zayn memuji Alleysa tetapi di abaikan.
"Kau ini kenapa? Kenapa kau duduk disitu? Ini sangat sempit, Zayn"
"Aku memang sangat suka yang sempit Alleysa" Zayn menggoda Alleysa dengan kalimat mesumnya tetapi Alleysa tidak mengerti maksud Zayn.
Gadis pirang yang tadi b******u dengan Zayn tampak kesal saat Zayn meninggalkannya dan lebih memilih bersama Alleysa.
Zayn mengelus pundak mulus Alleysa yang tampak terbuka.
"Jangan memyentuhku, Zayn!" Alleysa menepis tangan Zayn yang membuat Zayn marah.
Tanpa Alleysa sadari, di saat Zayn mengganggunya Carla sudah menghilang dari jangkauan Alleysa.
"Carla? Dimana dia?"
"Dia bersama Hito di bawah sana" Max menjawab pertanyaan Alleysa dengan menunjuk ke arah bawah yang terlihat semua orang sedang menari mengikuti dentuman musik yang memaksa kita untuk menari bersama.
Alleysa berdiri dari kursinya dan berniat untuk menarik Carla agar ia bisa terlepas dari tempat pengap ini. Tetapi, Zayn menarik lengannya hingga tubuh Alleysa terjatuh dengan posisi setengah terbaring.
Zayn mendekatkan wajahnya dan menghirup aroma vanilla dari tubuh Alleysa.
Mata Alleysa melebar saat Zayn semakin dekat kearahnyanya. Zayn ingin menjangkau bibir ranum Alleysa yang terbalut dengan lipstik berwarna merah. Tetapi Alleysa memalingkan wajahnya hingga bibir Zayn menabrak pipi mulus Alleysa.
"Hentikan, Zayn!" Alleysa mencoba mendorong tubuh kekar Zayn tetapi ia tidak berhasil.
"Jangan menolakku Alleysa" Bisik Zayn membuat tubuh Alleysa meremang.
Zayn menangkap wajah kecil Alleysa dan memaksanya untuk menerima ciuman Zayn.
Alleysa tidak dapat melawan saat lengan kekar Zayn mengunci tubuhnya.
Zayn berhasil mendaratkan bibirnya ke bibir Alleysa. Melumat lembut hingga beralih kasar yang Alleysa rasakan. Zayn selalu menikmati saat ia berciuman dengan Alleysa. Sebuah candu yang membuat Zayn menggila, aliran darah Zayn mulai mengalir dengan sangat deras.
Zayn melumat habis bibir Alleysa yang saat ini tidak dapat melepas cengkraman Zayn. Memaksa lidahnya untuk masuk. Gigitan di bibir Alleysa membuatnya mendesah hingga bibirnya terbuka dan memberikan akses pada lidah Zayn yang siap menjelajahinya.
Alleysa tampak meronta di awal hingga tanpa Alleysa sadari kini ia menikmati cumbuan Zayn. Nafsu Zayn semakin bergejolak saat Alleysa merespon ciumannya. Isapan bibir Alleysa kebibir Zayn membuat Zayn semakin gila dan terobsesi kepada Alleysa.
Setelah menjelajahi isi mulut Alleysa, Zayn turun ke leher Alleysa. Menciumnya dengan lembut hingga hembusan nafas Zayn yang membuat Alleysa semakin terhanyut akan aksi Zayn.
Zayn menuntun kedua tangan Alleysa ke pundaknya hingga Zayn leluasa menjelajahi tubuh Alleysa.
Zayn memberikan beberapa hasil ciumannya di leher Alleysa hingga ia kembali turun ke p******a Alleysa, tetapi sebelum sampai ke tempat yang Zayn inginkan. Alleysa membuka paksa kedua matanya dan menyadari bahwa apa yang ia lakukan adalah salah!
Alleysa tersadar dan mendorong tubuh Zayn yang sedikit lagi dapat menjangkau p******a sintal Alleysa dengan bibirnya.
"Shiiiittttt!!" Umpat Zayn kesal saat merasakan tubuhnya di dorong paksa oleh Alleysa yang sejak tadi melemah.
"Ayolah Alleysa, jangan membuatku gila seperti ini"
"Sorry! Ak--- aku... Tidak bisa"
Alleysa berdiri dan meninggalkan Zayn tetapi Zayn kembali menarik lengan Alleysa.
"Zayn kumohon lepaskan" Alleysa memohon.
Zayn menatapnya marah dengan kedua bola mata yang membesar. "Tidak Alleysa, kau tidak bisa lolos dengan mudahnya setelah apa yang kau lakukan kepadaku!"
Alleysa menyadari kesalahannya yang merespon ciuman Zayn, hingga Zayn merasa titik klimaksnya tertunda akibat Alleysa.
"Aku minta maaf, Zayn" Alleysa memohon dengan wajah tulus.
"Ada apa Al?" Carla berada di belakang Alleysa bertanya dengan raut wajah kebingungan dan khawatir.
"Alleysa dia------"
Kalimat Zayn menggantung saat Alleysa memotongnya.
"Ah... Tidak ada apa-apa Carl. Aku hanya ingin pulang"
Carla tampaknya masih ingin bersenang-senang bersama Hito.
"Kau mau meninggalkan ku?"
Alleysa merasa sangat jahat jika ia meninggalkan Carla. Meskipun ada Hito, tetapi dia masih saja khawatir sama sahabatnya.
"Hem.. Baiklah" Alleysa tersenyum dan duduk kembali di ikuti Zayn yang duduk di sebelahnya.
Alleysa merasa tertekan disebelah Zayn dan tanpa sadar mengambil sebuah gelas yang berada di tangannya dan meneguknya hingga tetesan terakhir.
Vodka?
Alleysa meminumnya tanpa sadar.
Alleysa mengernyit saat rasa terbakar memenuhi tenggerokkannya.
Zayn hanya tersenyum kecil saat melihat Alleysa meminum vodka bekasnya yang tingkat alkoholnya lebih tinggi.
Kepala Alleysa tampak pusing dan berat. Matanya sayu dan sesekali ia tidak dapat menopang tubuhnya sendiri.
Kepala Alleysa terjatuh dipundak lebar Zayn.
"Alle?" Carla panik saat melihat Alleysa yang tidak sadarkan diri.
"Aku rasa Alleysa meminum vodka milikku" Kekeh Zayn membuat Carla menatap sinis.
"Kau memberikan itu padanya?" Carla mencoba memberanikan diri untuk bertanya pada Zayn.
Zayn hanya menggeleng. Carla ingin bertanya lagi tetapi rasa takutnya kepada Zayn belum memudar.
"Hito, Aku ingin pulang!"
"Biar Aku yang membawa Alleysa pulang, kau bersama Hito" Ucapan Zayn tidak terbantahkan oleh siapapun.
Zayn menggendong tubuh kecil Alleysa yang terasa sangat ringan di lengannya.
Zayn menatap kecantikkan Alleysa yang di gendongnya dengan tatapan memuja dan kagum. Mata Zayn terpaku saat melihat gundukan kembar yang tadi hampir ia jangkau tetapi gagal.
Zayn memasukkan Alleysa ke dalam mobil lamborgini hitam gelapnya dan menyandarkannya di samping kursi pengemudinya.
Mobil mewah itu melaju dengan sangat cepat hingga berhenti disebuah mansion yang terlihat megah dengan gerbang yang menjulang tinggi ke atas langit.
Rumah Zayn?
Bukannya Zayn ingin membawa Alleysa pulang?
Apa yang akan di lakukan Zayn?
*****