5. First Kissing

1138 Kata
Pertanyaan Zayn membuat Alleysa tersentak, begitupun dengan Carla. Bibir Alleysa bergetar hebat entah apa yang akan ia jawan untuk pertanyaan Zayn. Alleysa mulai berfikir apa yang akan menadi jawabannya. Jika Alleysa mengatakan 'Tidak pernah' semua orang pasti meremehkan dan melecehkan Alleysa yang masih perawan. Sedangkan jika iya bohong mengatakan 'Ya' padahal Alleysa sendiri belum pernah melakukan percintaan seperti itu. Alleysa hanya mempunyai satu mantan dan itu sejak 3 tahun lalu William meninggal akibat kecelakaan. "Kenapa kau harus berfikir lama Alleysa, ini permainan yang tanpa harus menguras otakmu! Kau memilih truth artinya kau harus mengatakan yang sebenarnya" Ucapan Zayn membuyarkan lamunan Alleysa. Alleysa menimbang dan mengatakan yang sebenarnya. "Belum pernah!" Jawaban Alleysa mampu membuat semua orang bersorak dan beberapa perempuan di pojok sana menertawai sekaligus meremehkannya. Zayn tersenyum puas, matanya menyipit dan memundurkan langkah kakinya. "Giliran kau Alleysa! Kau memilih siapa?" Alleysa mulai mencari keberadaan Hito dan yeah! Ia mendapatkannya. "Hito!" Hito menerima pilihan Alleysa dengan senyuman manis di wajahnya. "Truth or Dare" "Dare!" Hito dengan lantang menyebutkan Truth membuat sorakkan dari mulut orang yang memenuhi tempat itu semakin ramai. "Sebutkan nama orang yang sangat kau cintai dengan keras. Hanya satu nama!" Hito tersenyum puas dengan perkataan Alleysa. "Carla! Carla Stephannie!" Mata Carla membesar, wajahnya memerah saat Hito dengan lantang menyebut namanya dan berjalan kearahnya lalu mencium bibir Carla tepat di hadapan semua orang membuat semua orang merasa iri dengannya. Zayn tertawa kecil melihat aksi Hito. "Wooowww! Kau sungguh lelaki sejati Hito!" Ucap Joe yang menyorakki Hito. Permain terus berakhir selama 30 menit, hingga pilihan kembali jatuh kepada Alleysa. "Okay! Giliran kau lagi Alleysa! Max silahkan memberi Alleysa perta----" Ucapan Joe menggantung saat Zayn mengangkat tangannya untuk memberikan Alleysa pertanyaan. "Ouh! Sorry, Zayn ini bukan giliranmu" Zayn menatap kearah Max. "Bisakah Aku yang mendapat giliranmu, Max?" Ucapan Zayn mampu membuat Max menganggukkan kepalanya tanda ia setuju. "Tentu, Zayn" Zayn merasa puas dengan perkataan Max. "Truth or Dare, Alleysa?" Joe kembali memberikan pilihan untuk Alleysa. Alleysa tidak ingin jatuh kelubang yang sama. "Dare!" Zayn kembali memperlihatkan senyuman kemenangannya. "Kau yakin?" Zayn kembali menyakinkan Alleysa. "YA!" "Aku ingin kau menciumku!" Semua pasang mata menatap tak percaya dengan ucapan Zayn begitupun Alleysa yang masih membuka mulutnya seolah ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. "Aku tidak bisa!" "C'mon Alleysa, this's just game!" Ucapan Joe di setujui oleh semua orang agar Alleysa sportif dalam bermain. Sorakkan yang mengusik pendengaran Alleysa membuatnya tidak tahan menjadi bahan remehan teman-teman kampusnya. Carla memegang tangan Alleysa dan percaya kalau Alleysa bisa melakukannya. Zayn merasakan senyuman kemenangannya kembali bersamaan Alleysa yang bangkit dari tempat ia duduk dan berjalan menuju tempat Zayn berdiri. Perlahan-lahan mendekat, hingga saat ini Alleysa berada tepat di hadapan Zayn yang setengah mendongak melihat Zayn yang lebih tinggi darinya. Alleysa menarik napas panjang dan mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Zayn. "Wait! Ini hanya ciuman biasa, kan? Alleysa memastikan kalau ini hanya sebuah kecupan yang bisa Alleysa selesaikan dalam 3 detik. Zayn mengangguk patuh dengan tarik kecil di samping bibir kecilnya. "Okay! Alleysa! Kau pasti bisa" Alleysa berusaha menenangkan dirinya. Alleysa mulai menyentuh bibir Zayn.  Satu Dua Hingga tiga detik berakhir. Saat Alleysa menarik bibirnya dari bibir Zayn, tangan Zayn menarik perut Alleysa lebih dekat hingga perut Alleysa menabrak tubuh Zayn. Zayn melumat bibir ranum Alleysa, mengisap hingga menggigit bibir Alleysa. Tangan kanannya mulai turun meremas b****g Alleysa hingga tiga kali remasan yang Alleysa rasakan. Sorakkan mulai kembali saat melihat aksi ciuman panas yang Zayn berikan untuk Alleysa. Zayn belum melepas bibir Alleysa sampai Alleysa meronta-ronta memukul d**a bidang Zayn yang nyaris tidak ada rasanya buat Zayn. Zayn masih menikmati kelembutan bibir Alleysa. "Welcome my world, Alleysa" Zayn berbisik saat beberapa detik melepas bibir Alleysa lalu menarik tengkuknya kembali dengan posisi kepalanya yang berpindah dari kiri dan kanan. Zayn masih belum bisa melepaskan Alleysa, karna Alleysa tidak membiarkan lidah Zayn menerobos masuk kedalam bibirnya membuat Zayn frustasi. Alleysa mulai kehabisan napas, dan menginjak kaki Zayn sampai Zayn melepaskan ciumannya. "f**k!" Umpat Zayn. "Kau gila, ya!" Alleysa berteriak kesal saat ia berhasil menyudahi ciuman panasnya bersama Zayn. Zayn mengelap air liur disamping bibirnya dan tertawa licik menatap Alleysa. Alleysa merasa kesal dan keluar dari permainan. Tetapi permainan terus berlanjut hingga pukul 11.00 PM. Alleysa membaringkan tubuhnya di dalam tenda, Carla tampaknya masih asyik bermain atau mungkin sedang bersama Hito. Alleya merasakan kehadiran seseorang dari luar tendanya, berharap itu adalah Carla. Alleysa membuka resleting tendanya dan mendapati Zayn yang sedang berada di depan tendanya dengan sebuah ponsel di tangan kirinya. "Ehm.. Hai! Aku rasa Ayahmu menelponmu" Ucapan Zayn membuat Alleysa keluar dari tendanya hingga melupakan mantelnya, berjalan mengikuti Zayn yang membawa ponselnya. "Zayn! Berikan ponselku! Ayahku menelponku" Alleysa memohon kepada Zayn. Ponsel Alleysa kembali berdering dan kali ini bukan dari Ayahnya tapi Kakaknya Vaaro. Zayn melihat nama lain yang tertera di ponsel Alleysa menuliskan "My Hero❤". Zayn sedikit risih dengan nama itu dan mulai mengganggu Alleysa kembali. "Tadi Ayahmu, sekarang kekasihmu yang menelpon" Zayn terkekeh dan menggeser tombol hijau di ponsel Alleysa. "Jangan, Zayn!" Alleysa berteriak tapi Zayn sudah terlanjur mengangkat panggilan dari kakaknya yang Zayn kira adalah kekasih Alleysa. "Al? Alle?" "Siapa kau? Aku kekasihnya!" Alleysa masih berusaha merebut ponselnya dari Zayn. Tanpa Alleysa sadar tubuhnya menjadi semakin dekat dengan Zayn. Zayn merasakan sebuah benda kenyal menabrak d**a bidangnya. "Apa? Apa kau hidup kembali?" Perkataan Vaaro membuat Zayn bingung. Apa maksudnya hidup kembali? "Berikan Zayn!" "Apa maksud kau? Kau fikir Aku sudah mati?" Zayn menaikkan nadanya dan menggertak Vaaro di telpon. "Apa benar kau kekasihnya Alle? Adikku?" Mata Zayn membulat saat mendengar kata adikku yang terucap di panggilan itu. "Shiiittttt! Ini kakakmu?" Zayn berbisik ke arah Alleysa yang masih menggantung di lengannya untuk meraih ponselnya. "Iya! Cepat berikan" Zayn memberikan ponsel Alleysa. "Maaf, tadi itu temanku. Kenapa kau menelponku?" "...." "Iya tadi Aku tidak mendengar panggilan Ayah. Ponselnya Aku lupa di dalam tenda. Nanti Aku akan menghubunginya. "....." "Okay. See u" Alleysa menyelesaikan percakapannya bersama kakaknya, dengan Zayn yang menatapnya dari jarak 3 langkah dari tempat Alleysa berdiri. "Kenapa kakakmu mengatakan kalau Aku sudah mati?" Zayn melontarkan pertanyaan ke Alleysa yang ia tidak mengerti maksud dari perkataan Vaaro. "Bukan urusanmu!" Alleysa berbalik dan hendak meninggalkan Zayn. Tetapi dengan sigap Zayn meraih lengan Alleysa hingga Alleysa kembali berhadapan dengannya. Zayn melangkah maju, di ikuti langkah kaki Alleysa yang kian mundul hingga tubuh mungilnya menabrak batang pohon yang begitu besar. "Ka-- Kau mau apa, Zayn?" Suara Alleysa mulai panik dan bergetar. Melihat sekelilingnya yang tidak ada orang satupun, hanya mereka berdua di tempat yang gelap. Zayn mengulas senyuman tipis menatap Alleysa, dan memusatkan tatapannya di bibir Alleysa yang saat ini sudah tidak di balut lipstik berwarna merahnya. Zayn meraih pinggang Alleysa dan menariknya hingga terbentur di pahanya. Zayn mendekatkan wajahnya ke wajah Alleysa. Hingga ia mendaratkan bibirnya tapi Alleysa memalingkan wajahnya membuat bibirnya hanya bisa menyentuh pipi Alleysa yang memerah. "JANGAN MENOLAKKU, ALLEYSA!" *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN