Azan Isya berkumandang setelah sholat, Dhena telah bersiap diri untuk dinas malam hari ini. Tapi bukan itu yang dia takuti, dia mengingat bahwa hari ini dia akan mengambil keputusan penting dalam hidupnya, yaitu sebentar lagi dia akan tinggal bersama pria lain. Seperti merasa menjual harga diri, habis sudah air matanya. Seharian ini yang di lakukan nya hanyalah menangis dan menangis. 'Ya Alloh jika ini takdirku maka mudahkanlah untuk ku menerimanya, tetapi jika buka maka berikan lah aku jalan keluar lain yang lebih baik' Doa Dhena dalam hati sebelum meninggalkan rumah. Sedan hitam sudah menunggu di depan sana, tanpa ragu Dhena memasuki mobil itu. "Assalamu'alaikum" Dhena memberikan salam. "Walaikum salam, masuk jam berapa?" tanya Randy. "Operan jaga jam 8 tapi aku bilang hari ini ak

