"Dhena sepertinya kita berjodoh!" ucap pria tampan yang ada di hadapan ku. "Deg... " aku melirik ke arah kak Randy yang kini menatap tajam ke arah ku, kok aku jadi merasa tidak nyaman yah. "Eh, Dokter Adrian anda di sini rupanya?" tanyaku canggung. "Iya Dhe aku sedang mengunjungi saudara ku disini" ucapnya, membuatku terpaksa melebarkan senyum. "Kamu sama siapa disini Dhe?" duh itu pertanyaan yang seharusnya tak ingin ku dengar. "Oh, aku dengan Kak- ah yah dengan kak Randy" aku tiba-tiba menarik lengan kak Randy, sambil mengedipkan mata 'Please Jangan bilang kalau kita sudah menikah' "Em, Halo saya Adrian teman satu Rumah sakit dengan Dok dhena" dok adrian memperkenalkan dirinya, walaupun tatapan kak Randy tak ramah dia tetap menyalami tangan itu. "Saya Randy, silahkan kalau ma

