Sebuah Cincin

1391 Kata

Harusnya ini menjadi hari bahagia untuk ku. Sudah aku rencanakan dari jauh-jauh hari, dan sebentar lagi keinginanku akan terwujud. "Randy sudah beres kan semuanya kan? Ayo cepat berangkat kasian nanti yang sana kalau menunggu lama" ucap ibu dari ruang makan. "Iya Ibu, Randy sebentar lagi keluar" Baru saja aku menutup pintu kamar ku. Suara Diana mengagetkan kami semua. "Assalamualaikum, ibu apa kabar? Diana kangen tau, ini Diana bawakan oleh-oleh dari SG" ucap gadis itu. "Eh- Diana kapan datang, kok ibu ngak denger suara mobil kamu" ucap ibu agak kaget dengan kehadiran nya. "Hehe kan mau buat kejutan Bu" ucapnya. "Kak Randy ya ampun ganteng banget, Kaka mau kemana pake jas gitu" tanya Diana sambil berjalan dan mencoba memeluk ku. "Diana, maaf Kaka harus buru-buru" ucapku sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN