Malam ini aku tidak bisa tidur, menunggu esok hari yang menegangkan dalam seumur hidupku. Iya memang ini bukan pernikahan yang ku mau tapi ini tetap yang pertama untuk ku. Ibu 'Dhe ngak usah buru-buru kami baru sarapan kok, kamu jangan lupa makan' pesan singkat dari ibu, dan pria itu tidak mengirimkan pesan apa-apa padaku. "Masya Alloh cantik sekali Dhena" suara Bu Ratna yang baru masuk ke ruang tidur ku. "Cantik kan Bu, emang Dhena dasarnya sudah cantik" puji Bu Mia, ya kan bu Ratna. "Masya Alloh MUA nya bagus Bu" ucapku merendah. "Ya ngak lah mbak, mbak dasarnya sudah cantik kita cuma tambahin polesan sedikit doang" "Ayo kita sarapan dulu sebelum berangkat, Ibu kebetulan sudah masak" benar bu Ratna sudah membawa rantang berisi makanan, ada ayam goreng, sambal kentang dan lalapa

