Mereka sekeluarga—Meira, Gelano dan Keyla—pergi ke rumah Permata. Pagi-pagi sekali Keyla bangun dan membuatkan beberapa makanan untuk diberikan pada Permata dan tentunya tanpa sepengetahuan Gelano. Andai tahu, suaminya akan amat marah. Keyla bahagia, sangat-sangat bahagia. Sebelumnya dia tidak pernah memikirkan kehidupan yang membahagiakan seperti ini. Semenjak Gelano mendengarkan kabar kehamilannya, pria itu sering memperhatikannya. Segala keinginannya dia penuhi seperti berjalan-jalan bersama, berdansa bersama, makan berdua di tempat romantis dan lain-lain, tetapi Keyla harus menggunakan alasan ‘permintaan dari bayi’ agar dituruti Gelano. Sekarang tanpa beralasan terlebih dahulu Gelano sudah paham bahkan tanpa diminta kadang Gelano inisiatif sendiri. Gelano juga tak risi ketika dia berma

