Kemarahan Keyla menyeruak sampai ke ubun-ubun. Berbagai cara dia lakukan untuk mengendalikan kemarahannya tapi tak bisa, malah semakin meninggi dan meninggi. Privasi dalam hidupnya tak ada artinya bagi Adrian. Terpenting bagi Adrian adalah menuntaskan rasa penasaran dan ego berlebihan. Menyuruh orang memata-matai setiap detik aktivitasnya bahkan lelaki itu juga menyuruh orang lain menjadi asisten rumah tangga di rumah ini hanya untuk memata-matai keluarga kecilnya terutama dirinya. Tak habis pikir, Adrian menyuruh Bi Jihan memata-matai sampai ke dalam kamar. Semua pertanyaan yang ada di benaknya sudah terjawab, Adrian tahu semuanya ya karena ini. Dia yakin Adrian tidak akan berhenti begitu saja. Ada banyak rencana yang ada di otaknya. Jika rencana saja gagal maka ada ribuan cara lainnya.

