Jantung Gelano berdegup kencang, sangat kencang sampai kepalanya pening karena degupan ini. Barusan dia menelepon guru Meira, kata beliau Meira masih ada di taman kanak-kanak entah sekarang sudah pulang atau belum. Nada sang guru itu cemas bukan main. Tentu rasa kekhawatiran guru itu semakin membuatnya cemas. Kenapa bisa dia sampai seceroboh ini? Bagaimana kalau Meira kenapa-kenapa? Pintu gerbang sudah tergembok, itu artinya semua orang yang dalam bangunan itu sudah pulang. Gelano keluar dari mobilnya, mencari-cari orang untuk dia tanyai. Namun nihil, dia tak menemukan satu pun orang. Diintip pintu gerbang, berharap Meira ada di dalam. Sudah pasti Meira tidak ada di dalam sana tapi tetap saja dia penasaran Meira ada di dalam sana. Gelano menggeleng cepat, mengenyahkan pikiran negatif di

