BEBAS SEBENTAR

1223 Kata
Kata pepatah orang yang paling berpotensi untuk menikam dari belakang adalah orang yang jaraknya sangat dekat. Orang yang dianggap paling memberikan kebahagiaan ternyata menjadi alasan untuk menghancurkan kebahagiaan. Kessy sedang duduk sambil memainkan HP. Kessy membaca beberapa berita tentang Chen. Kessy tahu Chen sudah dibebaskan karena bukti yang dikumpulkan oleh penyidik kurang. Kessy juga melihat ada pesan yang dikirimkan oleh Chen namun Kessy enggan untuk membuka pesan dari Chen. Kessy hanya ingin menikmati kegaduhan hari ini. Bukan hanya Chen yang terseret nama baiknya, tapi nama Kessy juga nyangkut dibeberapa artikel yang ditulis wartawan. Kessy tidak kalah terkenal dari Chen. Kessy dinilai sebagai salah satu sosialita di Jakarta. Kessy juga bisnis berlian untuk kalangan atas. Selain itu Kessy juga membuka beberapa usaha jual beli barang branded. Usaha Kessy tentu saja dimodalin oleh Chen. Kessy selalu minta uang terus-terusan kepada Chen dengan alasan pengembangan bisnis tapi nyatanya bisnis yang Kessy kembangkan tidak pernah berhasil. Kessy hanya senang bermain-main. Kessy hanya diam saja sambil melihat Pak Bagas menelpon banyak orang. Kessy saat ini hanya tinggal bersama Bagas ayah Kessy. Ibu Kessy sudah lama meninggalkan Kessy dan Bagas karena tidak kuat dengan tingkah laku Bagas dan Kessy. Ibu Kessy sadar kalau Kessy mempunyai sifat yang diturunkan Bagas. Kessy sering sekali membuat ulah dan menimbulkan banyak masalah. Kessy tidak pernah mau dinasehati. Kessy selalu semaunya sendiri. Bagas membantingkan diri ke kursi “Kenapa semuanya bisa begini? Seharusnya itu si Chen udah berada di penjara sekarang. Kamu yakin sudah mencuri semua data yang berkaitan dengan perusahaan dari tab Chen?” Bagas bertanya pada Kessy. Kessy yang sedang duduk malas hanya menganggukan kepala dengan mulut manyun. “Terus kalau bukti yang kamu kasih sudah lengkap kenapa Chen masih bisa lolos?” Bagas terlihat sangat kesal. Bagas sangat ingin Chen masuk penjara. Bagas menyimpan sakit hati kepada Chen karena meminta Bagas berhenti dari perusahaan. Sakit hati Bagas semakin bertambah saat tahu bahwa fasilitas yang saat ini Bagas dan Kessy gunakan semuanya diberi oleh Chen. Harga diri Bagas merasa sangat tercoreng. Maka dari itu Bagas selalu ingin menghancurkan Chen dan perusahaan Chen. Bagas yang merancang semuanya agar Chen bisa masuk penjara. “Biarin aja dulu itu si Chen bernafas. Biar dia merasa semua baik-baik saja, kan Ayah tahu kalau bukti yang tadi kita kirim ke si Jono penyidik mata duitan itu sudah sangat telak. Lagian ada saksi yang bisa memberatkan juga.” Kessy bicara dengan nada yang sangat santai, berbeda dari Bagas. Bagas justru sangat menggebu-gebu. “Kurang ajar emang si Jono, Ayah tahu kenapa bukti utama belum dia keluarkan dan sengaja ditahan. Supaya dia bisa negosiasi dengan Chen. Dia pasti akan minta duit lebih banyak dari Chen dan membebaskan Chen. Kalau rencana kita kali ini gagal, akan sangat sulit mencari peluang untuk menjebak Chen lagi.” Bagas memberitahu Kessy. Kessy masih asik main HP dan tidak begitu mendengarkan Bagas. “Kalau begitu ya Ayah tinggal sogok lagi saja itu si Jono. Kasih uang yang banyak supaya dia mau tutup mulut. Ayah tuh gimana sih, kalau mau jahat sama orang jangan nanggung dong. Kaya aku dong, aku udah gak cinta sama si Chen tapi yang terpaksa juga aku gak bisa melepaskan karena aku masih butuh uang Chen.” Kessy menyarankan Bagas untuk kembali memanfaatkan Jono dengan menambah jumlah uang yang diberikan kepada Jono. “Ayah sudah kasih banyak itu si Jono. Ayah juga harus kasih kompensasi untuk dua orang karyawan yang bersaksi tentang Chen. Uang ayah nyaris habis, jadi Ayah belum bisa menambah lagi. Kita lihat saja nanti si Jono mau kaya gimana. Dari tadi Ayah telpon dia gak balas-balas.” Bagas sangat kesal. Bagas mengira bahwa semua rencana yang sudah dipersiapkan dengan matang untuk menjebak Chen akan mudah terwujud. Tapi sekarang semua diluar kendali Bagas. Bagas masih belum bisa membuat Chen masuk ke dalam penjara. Bagas merasa tidak tenang karena Chen bisa bebas begitu saja. “Kalau gitu kita tunggu besok aja, gimana kelanjutkan kasusnya soalnya si Jono dia barusa saja ngasih keterangan di media kalau menemukan bukti baru dan sedang dipelajari. Itu tandanya dia sudah akan menyerang Chen lagi. Sepertinya Ayah tidak salah memilih partner, Jono bisa diandalkan.” Kessy berbicara dengan nada yang datar. “Kamu lihat berita mana?” Bagas tidak percaya dan ingin memastikannya sendiri. Kessy memberikan HP dan memperlihatkan kepada Bagas. Bagas menyeringai puas. “Ayah tahu kalau Jono bisa diandalkan, Jono juga sangat membenci Chen karena beberapa kali Jono membantu kasus perusahaan Chen tapi Chen belum pernah memberikan Jono uang imbalan.” “Untuk saat ini kita tahan dulu aja, jangan kasih uang dulu ke si Jono nanti dia malah keenakan. Sekarang kita duduk santai aja Ayah. Setidaknya berita yang beredar sudah cukup membuat harga saham perusahaan Chen merosot dan ada beberapa investor yang menarik investasi di perusahaan Chen. Hari ini gak terlalu buruk, kita sudah berhasil meskipun keberhasilan kita baru awal.” Kessy memberikan penjelasan kepada Bagas. Bagas mengangguk dan tersenyum. “Ayah setuju dengan yang kamu bilang, hari ini gak terlalu buruk karena kita sudah berhasil memukul Chen. Meskipun pukulan yang Ayah kasih belum keras tapi Ayah bahagia. Setidaknya ayah bahagia karena perlahan bisa menghancurkan Chen.” Bagas sangat bersemangat sekarang. Mata Bagas berapi-api. “Ayah nih gimana sih, Ayah kan mengerti hukum dan harusnya insting Ayah tajam karena pernah jadi pengacara. Masa mecahin masalah gini aja gak bisa? Dah sekarang gak usah dipikirin, besok pagi juga beritanya akan berubah.” Bagas dan Kessy merencanakan kembali dan mengevaluasi yang sudah terjadi hari ini. Bagas dan Kessy tidak mau kehilangan moment yang berharga. Bagas dan Kessy ingin menjebloskan Chen ke penjara dan menguasai perusahaan. Kessy tunangan dari Chen, sudah otomatis jika Chen masuk penjara yang akan menjalankan perusahaan adalah Kessy. Kakek dan Nenek Chen sudah pasti menolak dan tidak akan sanggup menjalankan perusahan. Tidak ada pilihan lain selain Kessy yang nantinya akan menjadi CEO pengganti selama Chen di dpenjara. *** Chen sudah selesai mandi. Chen mengambil segelas wine dan menikmati wine sambil menatap ke luar apartement. Chen melihat HP, Kessy belum membalas pesan yang Chen kirimkan. “Mungkin Kessy masih sangat trauma, gue jadi merasa bersalah sama Kessy karena gue melibatkan Kessy dalam kasus gue sekarang. Gue bisa mengerti kalau Kessy masih belum mau mebalas pesan gue, mungkin saja Kessy butuh waktu untuk menenangkan diri. Gue harus lebih pengertian.” Chen bicara sendiri sambil memegang gelas wine dan melihat ke arah gemerlap lampu. Meski Chen dan Kessy sudah lama sekali menjalin hubungan, meski Chen juga sangat percaya kepada Kessy tapi beruntungnya Chen selalu meminta Kessy menghargai privasi Chen. Kessy tidak pernah tahu password pintu apartement dan juga HP milik Chen. “Kok gue penasaran ingin melihat ruangan rumah gue di siang hari ya, apa mungkin karena gue terhanyut di suasana malam?” Chen lagi-lagi bicara sendiri. Chen menyalakan Tv dan langsung melihat CCTV. Awal melihat tidak ada yang mencurigakan, suasana siang hari di apart Chen sangat tenang. Chen memutar mundur dan melihat dengan seksama. Chen juga tidak melihat ada yang aneh tapi tiba-tiba pintu apart Chen bunyi, Chen tahu sepertiny ada yang masuk tapi anehnya siang bolong. Chen merasa tidak pernah memberikan password kepada siapapun. Chen menjadi semakin serius menanti apa yang akan dilakukan oleh orang yang baru saja masuk ke rumah Chen. Chen sudah tidak sabar menunggu orang yang membuka pintu masuk. Setelah orang itu masuk Chen sangat kaget, Chen kaget karena dari mana orang yang barusan masuk bisa tahu password rumah Chen.                      
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN