Bab 42 "Dia merupakan wujud benci yang meluap jadi amarah, kekecewaan yang berubah jadi kejahatan." *** Sultan Murat setelah merasa dirinya tenang, lekas mengumpulkan semua orang istana lagi, termasuk kesaksian yang akan diberikan orang-orang serta Genata yang menuduhnya. Amberella duduk didekat Alessa yang selanjutnya ada Genata kemudian Haira. Di sebrangnya tempat duduk yang saling berhadapan, ada Dilara, Silken serta Lina. "Saya mengumpulkan kalian di sini lagi, untuk satu hal pengakuan yang teramat penting. Yaitu mengenai dalang kejadian malam itu, serta keguguran Alessa." Silken yang merasa tak dapat dipungkiri dilanda resah, matanya bermain menatap ke sana kemari, memperhatikan Genata yang ternyata sudah menatapnya dengan tajam. "Saya akan memberikan ka

