Lembayung senja menghiasi langit Jakarta, di mana sore ini di sibuki syuting pada hari kelima. Dua pasang mata saling memandang, air wajah sendu meresapi begitu kedua tubuh itu menyatu dalam pelukan. Rambut bergelombang sang gadis menjadi tempat jemari sang pria membelai. Sementara sang gadis menyandarkan kepala dengan mata terpejam penuh kerinduan. Ya, keduanya merasakan kegetiran, kepedihan menahan segenap perasaan. Membawa harum masa lalu yang masih segar bersemayam. Penuh dengan kesemerbakan, melantunkan nyanyian yang sama seperti beberapa tahun lalu. “Apa cinta selalu salah? hanya karena tidak bisa dicerna dengan logika?” sang gadis mengeratkan pelukannya seolah tidak mau terpisah lagi. Meresapi rindunya yang memang tidak di buat-buat. “Cinta bukan matematika. tidak perlu b

