Pulasan

1114 Kata

“Akang dari mana kok gak kasih kabar pulang malem?”  Didi mengucak matanya,  menegakkan punggung setelah kelamaan tertidur di sofa. Biren yang memandangi Didi sejak sepuluh menit lalu ikut terkejut, dia mengalihkannya dengan membuka tali sepatu. “Kan udah sering akang bilang gak usah nunggu.” “Sudah tugas Didi nunggu akang atuh.” Didi mengambil secangkir teh yang sejak sejam lalu dia siapkan untuk suaminya. “Yah,  udah dingin. Sebentar,  Didi bikin lagi yang baru.” “Udah gak apa-apa.” Biren mengambil cangkir teh dari tangan Didi dan meminumnya. “Akang bukan pegawai kantoran yang pulangnya selalu ontime. Terkadang harus nginep di lokasi syuting. Jadi jangan buat akang ngerasa gak enak karena kamu nungguin akan pulang. Yudah sekarang tidur di kamar. Akang juga mau istirahat.”  Pemuda itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN