Beberapa bulan berlalu sesudah highking, sikap Biren berubah tidak frendly lagi. Dia semakin jarang di rumah walaupun syuting sudah rampung dan film Djiwa akan segara di putar di bioskop-bioskop tanah air. Tentu saja Didi merasa sedih, ingin menangis tapi percuma. Didi merasa kecewa. Gak henti-hentinya dia merutuki dirinya sendiri kenapa terlalu mudah jatuh cinta. Dia pun gak ngerti kenapa Biren mengacuhkannya. Bicara cuma seperlunya dan pulang hanya untuk tidur saja. Saking sedihnya Didi pun bernyanyi lagu AGE-MO di atas balkon, memegangi d**a sambil menatap langit begitu sendu. “Ku hidup dengan siapa ....” “Ku enggak tahu kau siapa ....” “Kau Suamiku tapi, horang lain--" “Aooww!” Didi memegang kepalanya yang baru saja di timpuk kaleng semprit. “Woi! lu kira ini hunian nenek m

