Mata Didi membelak. Ia mendapati seseorang berada di atas tubuhnya, seorang pria bertelanjang d**a. Matanya kian melebar ketika dia merasakan gesekan elektromagnetik dari kulit mereka. Kulit? Pantas saja udara yang seharusnya dingin menjadi hangat karena kulit polosnya menempel pada tubuh lelaki itu. Lalu dia menyadari bahwa, aww aww aww... Ke mana perginya pakaian itu?! “Aaaaa!!!” “Argh!” Biren tersungkur sehabis mendapat bogem mentah dari cewek berambut panjang itu. Di pegangnya pipi yang terasa ngilu. “Akang?!” Didi tidak mengira kalau lelaki yang dipukulnya tadi adalah suaminya sendiri. Didi panik lalu mengambil kain di dekatnya agar bisa menutupi tubuhnya. “Akang teh ngapain?!!!” “Ssstt!” Desis Biren sambil menyekap mulut Didi yang bersuara nyaring. “Ssttt! Naon?!” Didi mena

