Awan-awan kecil berupaya menutupi senja. Di bawah langit merah Biren mengajak Didi menyambangi Pekan Raya. Sebuah kencan sederhana, tanpa persiapan apa-apa darinya. Sejenak, dia ingin merasakan menjadi orang biasa. Meninggalkan atribut keartisannya, Meski harus mengelabui penampilan dengan memakai topi juga kaca mata. “lu gak keberatan kan ke sini?” tanyanya pada Didi. “Enggak atuh, Didi mah ngikut aja.” “Ke WC juga?” “Eleh... Si Akang udah bisa ngelucu.” Gadis itu menghipnotis Biren dengan tawanya. Sehingga tak terlewat sedetik saja lelaki itu terlepas dari menyaksikan tawa renyah menghiasi paras manis milik sang gadis. “Kenapa Akang ngajak ke sini? Gak takut ketahuan?” “Ketahuan tinggal kabur. Justru udah lama gue gak ke tempat seperti ini. Pengen ngerasain lagi euforianya.” “Oh

