Waktu cepat berlalu, skenario sudah rampung dan sudah di serahkan ke sutradara. Hari ini hari pertama mulai syuting. Seperti biasa mereka sibuk menyiapkan ini dan itu. Kabel roll bergelimpangan, wardrobe dan atribut sedang di siapkan. Sedang kru yang lain masih sibuk menelepon seseorang. “Bos, instrukturnya gak bisa dateng.” “Kenapa?’ “Katanya sih keluarganya ada yang meninggal. Gimana lewatin aja ya schene action-nya? “Ini full action loh di schene pertama. Masa harus gue cancel.” Sang perjaka tampan datang dengan botol angua di tangan. Meguk air dengan gerakan slow motion. Dengan rambut tertiup angin, embun menetes dari botol, serta sisa air yang mengalir dari bibirnya membasahi kerongkongan. Membuat Bang Mul sang sutradara enggan mengedipkan mata. Apa ada yang salahkah dengan Ba

