Lelaki itu melepaskan rengkuhannya, menyatukan kedua kening mereka. Sengaja Menjeda waktu untuk mengatur napas sambil sesekali menilik debaran mereka masing-masing. Bagai sepasang remaja yang sedang di mabuk cinta, Biren tersenyum mengelus pipi Didi. Dia ingin merasakannya lebih. Terlebih ketika pandangan turun menyoroti kulit Didi. Namun lagi-lagi dia ingat harus bertanya lebih dulu, “mmm .... Kalau ini, boleh?” sedikit ragu namun akhirnya jemari itu bergerak turun membelai bahu sang istri, menyelusupkan jemari ke dalam jas miliknya yang dikenakan Didi, sampai jas itu merosot memperlihatkan bahu indah itu. Jantung Didi terus berdebar, dia memikirkan step by step apa yang akan terjadi di mobil selanjutnya sampai lupa menjawab pertanyaan Birendra. Diam artinya setuju, itu yang di t

