"Tante pernah ngerasain apa yang saat ini dirasain sama Keysa?" tanya Keysa, sembari menatap wajah calon mertua yang berada di sampingnya itu.
Buru-buru Reta langsung menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya, Sayang."
"Tebakan Tante, Dion bakalan ke sini, deh!" ujar Reta, yang membuat Kiara langsung mengernyitkan dahinya heran.
"Seriusan, Sayang! Kali ini percaya, deh sama Tante!" ucap Reta lagi, setelah melihat raut wajah Kiara yang seperti itu.
"Eum ... terus, sekarang gimana? Tante mau pulang sekarang?" tanya Kiara untuk memastikan, karena dirinya juga tidak tahu aa yang harus ia lakukan untuk sekarang ini.
Dan mendapat pertanyaan yang seperti itu, membuat Reta langsung menggelengkan kepala dan menjawab, "Enggak dong, Sayang, tapi kita itu harus segera berkemas-kemas. Bawa beberapa baju yang bakalan kamu bawa buat persiapan di rumah Tante."
"Maksud Tante, sekarang kita itu langsung pergi ke rumah Tante gitu?" tanya Kiara untuk memastikan, karena apa yang ia tangkap memang seperti itu.
Reta langsung menganggukkan kepala dengan sangat semangat dan menjawab, "Iya. Maksud dari Tante juga kek gitu, yuk! Nanti keburu Dion ke sini dulu."
Dengan sangat semangat juga, Kiara langsung mengangguk, lalu segera meraih beberapa baju yang akan ia bawa untuk menuju ke rumah dari calon mertuanya.
"Eh, kamu enggak ada tas yang lebih kecil lagi?" tanya Reta, saat ia melihat Kiara yang kebingungan dan juga repot untuk membawa semua baju tersebut.
"Hehe iya, Tante. Adanya koper itu, tuh!" sahut Kiara, seraya menunjuk ke arah koper yang berada di sudut kamar indekos.
Reta menganggukkan kepalanya terlebih dulu, ia berpikir tentang bagaimana caranya supaya calon menantunya itu tak merasa kerepotan seperti itu.
"Eh, bentar! Keknya Tante ada deh tas kecil di mobil," ujar Reta, yang langsung berdiri dari posisinya yang tadi tengah duduk, menuju ke luar dari indekos tersebut.
Segera membuka pintu mobil miliknya itu, untuk mencari tas kecil atau lebih tepatnya adalah tote bag.
Berniat untuk kembali masuk ke dalam indekos milik Kiara, tetapi ternyata calon menantu dari Reta itu sudah berada di depan pintu dan bertanya, "Ada, Tante barangnya?"
Dengan sangat semangat dan juga senang, Reta mengangguk, lalu menyodorkan tote bag tersebut. "Ini, Tante, udah bawain barang itu."
"Ayo, cepet taruh di sini semua, keknya muat, deh!" titah Reta, dengan kedua tangan yang langsung membantu untuk membuka lebar tote bag tersebut.
"Sekarang, Tante masuk ke dalam mobil buat nyalain mesinnya, dan kamu kunci pintu kosan ya!" titah Reta sekali lagi.
Dan Keysa hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu membalikkan tubuh untuk segera mendekat ke arah pintu dan menguncinya.
Melangkahkan kaki mendekat ke arah mobil, segera masuk ke dalam mobil tersebut, meskipun tak ada perintah sama sekali.
"Udah beres semua?" tanya Reta, dengan tangan yang mulai untuk mengenakan sabuk pengaman.
"Iya, Tante udah siap semua kok," jawab Keysa, lalu perempuan itu juga mulai untuk melakukan hal yang sama. Seperti apa yang dilaksanakan oleh Reta.
Tak ada ucapan apa pun lagi, Reta pun segera melajukan kendaraan roda empatnya itu, lalu mulai fokus dengan lalu lintas yang ada di sekitar.
"Tante, emangnya Dion beneran ke kosnya Keysa ya?" tanya Keysa, yang masih sedikit tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh calon mertuanya itu.
Reta melirik sebentar ke arah Keysa, lalu kembali fokus dengan lalu lintas yang tengah ia lalui saat ini. "Kalau feeling Tante sih emang kek gitu."
"Eum ... tapi kalau emang nanti tiba-tiba aja ada Dion di rumah, kamu jangan dulu masuk ke dalam rumah ya! Ngumpet di mana dulu gitu," ujar Reta, yang langsung dapat dipahami oleh Keysa.
"Tapi, mungkin nanti kalau Dion pengen tahu gimana keadaan kamar yang baru aja dibersihin sama Tante, maka kamu harus ngumpet sebisanya juga ya," ujar Reta lagi, yang kembali dijawab anggukan kepala oleh Keysa.
"Oh iya, Tante, buat semua persiapannya itu udah beres?" tanya Keysa, dengan pandangan yang tetap mengarah ke wajah Reta.
Reta mengangguk, lalu menyempatkan diri untuk menggerakkan tangan kiri mengacungkan jempol. Pertanda jika Reta memang membenarkan apa yang menjadi pertanyaan calon menantunya itu.
"Tante itu enggak sabar banget buat nunggu hari besok, di mana kita semua udah rapi, sedangkan Dion pasti masih belepotan. Kamu jangan ilfeel ya," ujar Reta, lalu memberi larangan pada perempuan di sampingnya itu.
Keysa mengulas senyum dan menjawab, "Tenang aja, Tante, Keysa enggak bakalan ilfeel sama sekali kok sama Mas Dion."
"Apalagi, yang namanya rasa cinta udah hadir di dalam hati, itu udah enggak bisa sama sekali buat ngerasain hal yang negatif lagi. Semua yang dilakuin itu bakalan lebih berwarna banget," sambung Keysa, dengan kedua mata yang langsung terpejam.
Apa yang dilakukan oleh Keysa seperti itu, menandakan sekali jika perempuan yang berada di samping Reta itu mencintai Dion dengan sangat jelas.
"Kamu tahu enggak, Sayang, kalau Tante itu udah tahu tentang hubungan kalian berdua dari awal banget," ucap Reta, yang membuat Keysa langsung membuka kedua bola matanya itu.
"Dari awal? Maksudnya, dari Keysa sama Mas Dion cuma pura-pura?" tanya Keysa untuk memastikan terlebih dulu.
Reta langsung menganggukkan kepala dan menjawab, "Iya. Tante udah tahu dan udah nebak juga, tapi kalau ayah dari Dion mah enggak ada pikiran sama sekali buat ke situ."
"Seorang ibu, pasti bakalan tahu semua tentang anaknya, apalagi Dion adalah anak semata wayang dari Tante," ucap Reta lagi, kali ini membuat Keysa langsung merasa tak enak dan juga bingung harus menjawab apa.
Namun, tangan kiri Reta langsung bergerak mengusap lembut lengan tangan kanan Keysa dan berucap, "Santai aja, jangan terlalu dipikirkan, karena Tante tahu kok, kalau ini semua itu bukan kamu yang mau."
"Mungkin juga, memang takdir kalian itu harus melewati hal yang seperti itu," ucap Reta lagi, membuat Keysa langsung menghembuskan napas sangat lega.
Setidaknya, rasa takut yang langsung hadir di dalam hati, itu langsung menghilang, karena ucapan dari Reta barusan.
"Maaf ya, Tante." Hanya satu kata itu saja yang dapat diucapkan oleh Keysa, karena semua kata-kata yang memang tadinya ada di dalam kepala tentu saja langsung menghilang entah ke mana.
"Enggak ada yang salah sama sekali kok, Sayang. Tante cuma lagi berbagi cerita, jadi santai aja. Jangan dibawa beban gitu, dong!" sahut Reta, yang membuat Keysa langsung mengulas senyum dan juga kembali menenangkan hatinya.
Dan tak ada ucapan apa pun yang keluar dari mulut mereka berdua, masing-masing sibuk dengan pikiran masing-masing.