Ke kampus

1012 Kata
Dan list yang direncanakan oleh Keysa, ternyata dilaksanakan oleh pada malam hari tiba. Setelah ia langsung menghubungi kembali keluarga, melewati adik satu-satunya itu, lalu selesai bercengkerama dengan seluruh keluarga. Keysa kembali sibuk dengan kegiatan beberapa tugas dari mata kuliahnya itu. Karena terlalu berkutat sekali dengan kegiatan mengerjakan tugas mata kuliah, sampai-sampai Keysa tak memikirkan dirinya, yang hanya menegur air putih, lalu melanjutkan tugasnya lagi dan sama sekali tak memiliki pikiran untuk mengisi perut. Sebenarnya sudah terasa sangat lapar. Karena bagi seorang mahasiswa, saat tugasnya sudah selesai itu adalah kebahagiaan tersendiri. Maka dari itu, sebisa mungkin Keysa segera menyelesaikan tugas yang tinggal sebentar lagi. Namun, ternyata tak kunjung juga selesai, sampai akhirnya jam sudah menunjukkan pukul tengah malam dan bertepatan dengan itu, semua tugas miliknya akhirnya terselesaikan. Dengan rasa lebih dan juga mengucapkan syukur berkali-kali, Keysa pun menguap, lalu mulai merapikan semua peralatan yang tadi digunakan. Bersiap-siap untuk memejamkan mata dan merilekskan tubuh, juga pikiran, karena untuk menyambut hari esok bukanlah sesuatu yang sangat mudah. Apalagi ada kejutan yang akan diberikan oleh keluarga dari Dion. Sekali lagi perlu ditegaskan, bahwa waktu, itu berjalan sangatlah cepat. Jadi, jangan pernah meramaikan waktu, jika sekarang itu bisa untuk berleha, karena sama seperti apa yang dialami oleh Keysa, tiba-tiba saja mentari datang menyambut. Dengan sinar yang langsung menerobos melalui sela-sela gorden, membuat perempuan tersebut langsung menggeliat di atas tempat tidur. Hal yang pertama dicari, adalah ponsel, karena di dalam satu benda tersebut menyimpan banyak sekali kegunaan dan juga fungsi. Salah satunya adalah untuk melihat jam, jadi tidak usah repot-repot untuk mencari jam lagi, Keysa hanya membuka layar ponselnya dan di situ langsung terpampang jam saat ini. Ia bangun di saat tepat jam delapan, itu berarti dirinya hanya memiliki waktu yang cukup sedikit, sehingga harus memulai gerakan cepat supaya apa yang sudah direncanakan olehnya di malam hari itu tidak sia-sia dan juga semuanya tercapai. Mulai dari melakukan kegiatan mandi terlebih dahulu ke kamar mandi ,itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama, karena rutinitas Keysa memang seperti itu. Jika mandi hanya beberapa menit, sepertinya tidak afdal sekali. Setelah berkutat dengan kegiatan mandi, kini saatnya untuk segera mencari pakaian yang akan digunakan untuk dirinya pergi bersama Dion nanti, dan sebisa mungkin ia mencari pakaian yang sangat pantas untuk dikenakan. Bukan karena hanya untuk bepergian dengan Dion, tetapi juga karena ada sesuatu yang akan diberitahukan oleh Reta, perempuan sebagai mama dari Dion. Yang pasti, dirinya harus melakukan persiapan yang cukup, supaya terlihat sangat sopan. Tepat sekali, saat Keysa tengah berkutat dengan kegiatannya merapikan beberapa peralatan, yang harus ia bawa, untuk menuju ke kampus, tetapi tiba-tiba pintu indekosnya itu diketuk dan kemudian terdengar suara. "Assalamu'alaikum!" Dari suaranya, Keysa sudah pasti dan ia sangat yakin jika itu adalah Dion, sehingga ia secepatnya menjawab, "Ya sebentar, tunggu bentar!" Keysa mempercepat gerakan, membereskan semua peralatan tersebut, Keysa langsung berdiri dengan membawa tas yang sudah berisi. Tentang semuanya, lalu dengan segera membuka pintu indekos tersebut dan menampilkan senyumannya. "Eh, lo kenapa sih, harus tempat waktu banget gitu?" tanya Keysa, saat benar apa yang menjadi tebakannya itu ternyata tepat sekali, karena laki-laki yang ada di depan indekosnya adalah benar Dion. Dapat pertanyaan seperti itu dari Keysa, membuat Dion langsung mengernyitkan dahinya heran, lalu menjawab, "Loh memangnya kenapa? Bukannya tepat waktu itu bagus ya? Daripada lo, yang maunya itu ngaret aja! Padahal itu nggak baik loh!" "Ye! Bodo amat, suka-suka gue lah! Sebelum ke rumah lo, kita ke kampus dulu ya buat ngumpulin tugas gue yang ini. Tadi semalam dikerjain lembur," pinta Keysa, yang membuat Dion menganggukkan kepalanya, meskipun dengan sangat berat. "Ikhlas nggak? Kalau nggak ikhlas ya udah! Nggak usah!" protes Keysa, karena tadi wajah yang ditampilkan oleh dion, itu seperti sangat terpaksa sekali. Sehingga Keysa itu lebih memilih untuk bertanya seperti itu terlebih dulu. Dion pun langsung merubah raut wajahnya dan menarik kedua sudut bibir, hingga membentuk lengkungan yang bernama senyum, lalu ia pun menjawab, "Enggak, gue ikhlas kok, nganterin lo kemana pun lo mau!" "Alay! Ya udah, cepetan anterin gue!" sahut Keysa, lalu ia membalikkan tubuhnya untuk mengunci pintu indekos yang ia tempati itu dan buru-buru menuju ke mobil milik Dion, yang ternyata pemiliknya itu sudah terlebih dahulu melangkahkan kaki mendekat ke arah mobilnya. Tanpa aba-aba dan juga perintah sama sekali, Keysa langsung membuka pintu mobil yang biasa ia tempati itu, lalu masuk ke dalamnya dan memasang sealt belt dengan benar. Duduk santai, sembari mengamati Dion yang menggerakkan mobil tersebut. "Memangnya ada tugas dari kuliah?" tanya Dion, untuk memecahkan keheningan yang dari tadi melanda. Padahal sudah beberapa menit mereka lalui perjalanan berdua dan hanya ditemani dengan bunyi mesin mobil, dengan beberapa kali suara klakson. Keysa menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Iya nih, mana tugasnya bukan satu atau dua lagi, banyak! Sampai-sampai, gue aja lupa kalau belum makan malam!" "Ya ampun, udah tubuhnya kecil kek gitu, makan malamnya enggak dilaksanakan. Mau jadi tengkorak lo?" tanya Dion, sembari menahan ketawa, karena perempuan yang di sampingnya itu tidak terlalu berisi, jadi ketika makannya saja tidak tepat. Bisa-bisa buat badannya itu nambah turun. Tak ada sahutan sama sekali yang dikeluarkan oleh Keysa, karena itu bukanlah hal yang sangat lucu menurutnya, karena sudah sedikit menyinggung tentang bentuk tubuhnya. Sehingga perempuan tersebut lebih memilih untuk diam dan mengambil ponsel miliknya, yang berada di dalam tas. "Udah bisa gunain ponsel barunya itu?" tanya Dion, saat sudut mata miliknya itu menangkap Keysa, yang menggerakkan dan juga memainkan ponsel yang baru saja kemarin ia belikan itu. Keysa menjawab hanya dengan berdeham sedikit, lalu kembali fokus. Hanya itu, lalu kembali berpindah menjadi ke telepon barunya, karena sedikit ramai dan ia membuka halaman sosial media, yang selalu ia kunjungi itu. Untuk mendapatkan berita-berita terupdate, yang baru saja ditulis oleh penulis blog. Karena Dion tak mendapat sahutan yang benar-benar dari Keysa, sehingga ia pun memutuskan untuk lebih fokus pada lalu lintas, dan persetan dengan perempuan yang ada di sampingnya itu. Lagipula Keysa sendiri juga tengah sibuk dengan dunianya, hingga Dion juga memilih untuk sibuk dengan dunianya sendiri. Mencoba untuk fokus pada jalan, karena apa yang menjadi tujuannya itu bukanlah tempat yang sering dikunjungi. Namun, karena permintaan dari kekasih pura-pura itu, maka Dion pun dengan sangat terpaksa harus mengantarkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN