Tak ada jawaban lain yang keluar dari mulut Keysa, selain anggukan kepala. Sebagai pertanda setuju jika dirinya akan mempersiapkan kejutan yang seperti itu.
Mereka berdua pun melangkahkan kaki segera menuju ke luar dari kamar yang tengah ditempati oleh Keysa, dan tujuan utama mereka berdua tentu saja rooftop rumah yang ditempati.
"Wow! Tante, ini udah semuanya selesai?" tanya Keysa, dengan tatapan yang sangat takjub sekali.
Reta yang tengah berada di belakang Keysa tentu saja langsung menganggukkan kepala dan mengulas senyum, lalu menjawab, "Iya, dong! Tanggapan kamu gimana tentang ini?"
Keysa langsung membalikkan tubuhnya, supaya dapat bertatapan muka dengan calon mertuanya. "Enggak ada komentar apa pun, Tante! Karena semua ini memang udah bagus banget!"
"Eum ... ini semua emang udah bagus, tapi ada satu yang kurang," ujar Reta, yang membuat Keysa langsung menyipitkan kedua matanya itu.
"Memangnya yang kurang itu apa, Tante? Tapi, menurut Keysa sih udah bagus banget kok!" sahut Keysa, lalu kembali melihat-lihat semua dekorasi yang mengelilingi semua rooftop tersebut.
Bahkan, dekorasi yang seperti baru dapat Keysa lihat dari rumah milik sang kekasihnya itu, karena perempuan itu memang berasal dari keluarga yang biasa saja.
"Mau tahu, kalau yang kurang itu apa?" tanya Reta balik, membuat Keysa langsung mengerucutkan bibirnya itu.
Reta terlebih dulu mengeluarkan tawanya, lalu segera berucap, "Yang kurang itu kamu, Sayang."
"Loh, kok malah Keysa, Tante?" tanya Keysa, lalu melihat ke arah dirinya. Namun, perempuan itu masih tetap tak paham sama sekali.
"Masih enggak tahu, kenapa Tante bilang kamu?" tanya Reta untuk memastikan.
Karena, jika ia melihat dari raut wajah yang ditunjukkan oleh Keysa. Maka memang benar seperti itu.
Dan ternyata dugaan yang tadi dikeluarkan oleh Reta memanglah benar, Keysa sama sekali tak tahu tentang dirinya itu.
"Kamu itu belum mandi loh, Sayang! Masa iya kamu ketemu sama Dion dengan tampilan yang kek gini, sih?" ujar Reta, yang langsung membuat Keysa mengeluarkan cengiran andalannya itu.
"Apalagi, kamu itu mau ketemu sama keluarga besar dari Dion, " sambung Reta lagi.
Dan detik itu juga Keysa langsung menganggukkan kepala, lalu menjawab, "Iya, Tante. Hehe, soalnya tadi juga kan Keysa langsung disuruh Tante buat naik ke rooftop."
"Eh, iya juga sih ya! Ya udah, sekarang cepetan mandi ya, terus siap-siap buat nyambut Dion. Sebelum nanti kekasih hati kamu udah dateng!" titah Reta, dan dengan sangat senang hati sekali Keysa langsung menganggukkan kepalanya.
Segera turun dari rooftop tersebut, menuju ke kamar yang ia tempati sementara terlebih dulu dan itu tentu saja, untuk mengambil baju yang akan ia kenakan, saat memberi kejutan untuk sang kekasih.
"Gimana reaksi dari Dion ya?" gumam Keysa, seraya kedua tangannya itu terus saja bergerak untuk mencari pakaian yang cocok untuk ia kenakan.
Seulas senyum langsung tampil di wajah Keysa, saat ia sudah berhasil memilih pakaian yang menurutnya itu memang sudah sangat istimewa sekali.
Sebelum keluar dari dalam kamar, Keysa terlebih dulu meraih tas yang berisi dengan alat-alat make up, lalu memoles wajahnya itu sehingga terlihat lebih cantik lagi.
Dan ternyata saat Keysa sudah selesai dengan kegiatannya itu, di luar kamar sudah banyak sekali keluarga besar yang memang kumpul dan juga ingin menuju ke rooftop.
"Eh, kamu itu pacarnya Dion ya?" tanya salah satu perempuan yang sudah memiliki usia, dengan seulas senyum yang tampil di wajahnya itu.
Mendapat pertanyaan yang seperti itu, tentu saja membuat Keysa langsung menganggukkan kepala dan menjawab, "Iya, Tante. Mau ke rooftop? Bareng sama Keysa aja, yuk!"
"Dengan sangat senang hati," jawab perempuan tersebut, lalu mereka berdua pun langsung melangkahkan kaki secara bersama-sama.
"Udah berapa lama sama Dion?" tanya perempuan tersebut, dengan wajah yang kini tengah fokus menatap ke arah wajah Keysa. Namun, kakinya tetap saja bergerak untuk menaiki beberapa anak tangga.
Keysa diam terlebih dulu, ia jujur saja bingung harus menjawab apa. Karena mereka dulu itu masih kebanyakan tentang suatu pembohongan, tentang perihal suatu hubungan.
"Eum ... cukup lama sih, Tante, tapi enggak terlalu lama juga. Eh, gimana sih?" jawab Keysa, tetapi detik itu juga dirinya langsung merasa heran dan juga pusing akan jawaban yang baru saja ia utarakan itu.
"Udah, intinya mah yang terpenting semoga aja bisa lanjut sampai ke jenjang yang lebih serius lagi, ya!" sahut perempuan tersebut, yang tentu saja langsung dijawab anggukan kepala oleh Keysa.
'Semoga aja gitu, Tante. Bahkan, sekarang aja Keysa lagi takut kalau Dion bakalan belok sama perempuan yang lain,' gumam Keysa di dalam hatinya.
Sampai akhirnya mereka berdua itu sudah tiba di rooftop, dan detik itu juga Keysa dengan perempuan tadi langsung berpisah.
"Ih, calon menantu cantik banget sih?" puji Reta, lalu langsung menangkup wajah Keysa.
Keysa yang mendapat pujian seperti itu, justru langsung mengulas senyum menahan rasa malu yang tiba-tiba saja menghampiri.
"Mas Dion datang ke sini kapan ya, Tante?" tanya Keysa, dengan tatapan yang sangat tak tenang sekali.
Entah mengapa hatinya itu merasa sangat tak tenang sekali. Seakan ada sesuatu yang akan terjadi setelah ini, tetapi Keysa sendiri pun tidak tahu akan hal apa yang terjadi nanti.
Sampai akhirnya, suara riuh pembicaraan dari mulut keluarga besar Dion yang hadir, langsung senyap ketika ponsel milik Reta berbunyi dengan sangat keras sekali.
"Siapa, Tante?" tanya Keysa, dengan tatapan yang sudah dipenuhi rasa penasaran sekali.
"Satpam yang ada di depan gerbang," jawab Reta, lalu tangan kanannya langsung bergerak untuk mengangkat panggilan telepon tersebut.
Setelah mendapat jawaban yang seperti itu, membuat Keysa langsung diam dan memilih untuk mendengarkan perihal apa yang akan keluar dari mulut calon mertuanya.
"Baik, Pak. Jadi Dion ada di luar, ya udah nanti saya yang akan turun saja," sahut Reta, lalu sambungan telepon tersebut pun langsung terputus.
Namun, apa yang diutarakan oleh Reta pada ucapan terakhir tadi, masih tak dapat dimengerti sama sekali oleh Keysa.
"Sebentar ya semuanya! Saya akan turun ke bawah dulu, untuk memastikan anak saya yang ternyata masih memilih untuk ada di depan rumah," ucap Reta meminta izin terlebih dulu.
Ucapan Reta yang seperti itu, langsung mendapat anggukan kepala, lalu Reta pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan rooftop tersebut.
Perasaannya sudah sangat tak karuan, apalagi melihat wajah Keysa yang sama sekali tak memiliki salah apa pun, karena ini semua memang ide yang ia miliki.
Namun, Reta sama sekali tak memiliki pikiran hingga sejauh itu. Sampai Dion memilih untuk mencari perempuan yang lain.