Dengan ragu Keysa menganggukkan kepalanya, karena yang baru diserahkan oleh Dion, itu memang benar ponsel miliknya dan semuanya juga masih utuh. Maka dari itu ia menerima ponsel tersebut, dengan senyuman yang terukir di wajah.
"Makasih!" ucap Keysa dan mulai untuk mengotak-atik ponsel barunya, juga membuka semua tentang ponsel selamanya, karena banyak sekali hal-hal yang harus dipindahkan, dari ponsel lama ke ponsel baru.
Dan setelah mendapat jawaban seperti itu dari Keysa, langsung membuat Dion menjalankan kembali mobilnya, supaya segera sampai di indekos milik Keysa itu.
Namun, saat Dion melihat lagi ke arah Keysa sekali lagi, jika perempuan tersebut sedang kebingungan. Daripada harus bertanya-tanya tentang apa yang menjadi penyebab perempuan tersebut bingung maka Dion memilih untuk bertanya, "Kenapa, apa ada yang gak bisa?"
Mendapat pertanyaan seperti itu, membuat Keysa sedikit malu dan tersenyum canggung, lalu menjawab, "Ini, soalnya buat masukin SIM card ke hp baru, itu beda sama yang hp lama."
Jawaban Keysa yang seperti itu dari Keysa, tentu membuat Dion langsung mengeluarkan sedikit tawanya, bukan seperti mengejek, ini itu kejutan tersendiri bagi Dion. Karena baru pertama kali ia mendapati orang, yang benar-benar tidak tahu tentang ponsel keluaran terbaru.
"Saya khawatir sama lo, kalau dari mulai kenalnya aja lo gak tahu caranya gimana, terus cara gunain yang salah, itu yang gue khawatirkan. Lo juga banyak nggak taunya," ujar Dion, yang membuat Keysa langsung menurunkan senyumnya dan berubah menjadi wajah khawatir.
"Eum ... kalau barangnya di-retur boleh gak sih? Gue takut, soalnya benar yang diomongin sama lo. Takutnya gue ke sananya nggak bisa, ini aja masukin SIM card gue nggak bisa sama sekali," ucap Keysa, dengan tangan kanan yang mulai merapikan ponsel tersebut ke dalam kotaknya lagi.
Detik itu juga ia langsung menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Gak usah kayak gitu, nanti kalau kita udah sampai di kosan lo, gue bakal bantuin lo buat masang SIM card itu.
Namun, tanggapan dari Keysa, justru menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Nggak usah deh! Kita retur aja ya, gue takut beneran, deh!"
"Enggak usah! Nggak usah segitunya, lagian juga kalau lo kekeh buat retur barang ini, ponsel punya lo yang udah dibeli, nggak mungkin bisa! Karena toko ponsel di sana tertera di nota, kalau barang yang udah dibeli, itu nggak bisa dibalikin lagi!" jawab Dion, sembari terus fokus pada lalu lintas.
"Yah jadi gimana? Apa dijual aja dulu ya? Nanti baru kita beli ponsel yang lain lagi? Yang kayak gini aja lagi, deh, yang gampang dipakai buat gue!" tanya Keysa, tapi membuat Dion terus saja tersenyum dan menggelengkan kepala.
Di era digital seperti ini dan juga di era modern, rasanya tidak mungkin sekali jika ada orang yang tidak mengerti sama sekali, perihal tentang ponsel dan cara penggunaannya itu, tetapi kali ini Dion benar-benar menemukan orang tersebut dan bahkan menjalin sesuatu dengannya.
"Percaya sama gue, ponselnya itu disimpan aja dulu, taruh lagi di kotak ponsel lagi, tunggu kita sampai di kosan lo, nanti gue bakal bantu. Seriusan, deh! Gue bakal bantu semuanya dan gue juga bakal ngasih tahu cara penggunaan ponsel ini itu gimana, ini fungsinya dan semuanya deh, pokoknya!" ucap Dion, yang akhirnya sedikit membuat Keysa terasa sangat lega.
"Yaudah, itunya tuh dimasukin lagi, terus taruh di paper bag lagi, nanti kita bukannya kalau udah sampai di kosan, biar lo nggak bilangnya di-retur atau dijual terus!" ujar Dion, yang langsung dituruti oleh Keysa.
Dan tak ada percakapan sama sekali antara keduanya, ditambah lagi dengan keadaan lalu lintas yang lumayan senggang, membuat Dion langsung menambah kecepatan. Yaitu, supaya segera sampai di indekos yang ditempati oleh Keysa.
"Sudah sampai, turun!" titah Dion, saat ia memang sudah menghentikan mobilnya di depan indekos milik perempuan yang ada di sampingnya itu.
Namun, sangat tak disangka sekali, Keysa justru tertidur, karena seluruh tubuhnya itu memang sudah sangat lelah sekali. Hingga kantuk pun menyerang dan akhirnya, Keysa lanjut tertidur di dalam mobil milik Dion.
Tak terpikirkan sekali jika ia akan tertidur, dengan sangat pulas sekali, yang ada di dalam pikirannya hanyalah dapat meminimalisir rasa kantuk, yang sedari tadi datang, tapi justru berlanjut hingga ke kegiatan yang sangat merasa nyaman.
"Yaelah, ni anak! Enak banget, dari tadi gue nyetir dia malah enak-enakan tidur!" Dan Dion hanya mampu menggelengkan kepalanya saja, ingin marah pun rasanya tidak bisa, karena melihat wajah Keysa yang sangat tenang dan juga lucu jika tertidur.
Karena untuk membangunkan Keysa sangat tak tega, maka Dion lebih memilih untuk mengambil paper bag yang berada di pangkuan Keysa, lalu mulai memasukkan semua data-data dari ponsel lama milik perempuan di sampingnya, ke dalam ponsel baru yang ia belikan.
Dion langsung mengulas senyum setelah ingatannya kembali mengalun, di mana Keysa kebingungan bagaimana cara memasukkan SIM card pada ponsel barunya itu.
Suatu hal yang sangat menggelitik baginya, tetapi itu adalah hal yang memalukan bagi Keysa dan dian tidak memikirkan hal itu, karena saat itu Dion hanya melampiaskan rasa lucunya itu dengan cara tertawa.
"Padahal untuk masukin ini itu mudah banget, ya ampun!" ujar Dion, setelah dirinya selesai memindahkan segalanya pada ponsel baru milik perempuan di sampingnya itu.
Setelah semuanya selesai, Dion berniat langsung menyerahkan paper bag tersebut, kembali di atas pangkuan Keysa, tetapi ia melihat-lihat semuanya terlebih dahulu, atau lebih tepatnya muncul rasa ingin tahu tentang kehidupan perempuan yang berstatus sebagai kekasih pura-pura.
Saat tengah asyik-asyiknya melihat seluruh isi dari ponsel baru milik Keysa, tiba-tiba saja pemilik ponsel tersebut menggeliat dan langsung membuka kedua bola matanya. Menggeliat sebentar, sampai akhirnya kedua tangannya itu mengucek mata.
"Kok ada lo, sih? Sekarang ada di mana?" tanya Keysa, dengan suara khas bangun tidur, yang membuat Dion langsung buru-buru mematikan ponselnya itu dan menjawab, "Lo itu ketiduran dan kita masih di dalam mobil!"
Setelah pandangannya sudah benar-benar pulih, barulah Keysa melihat ke arah Dion dan mendapati kotak ponsel itu ada di atas pangkuan laki-laki tersebut. "Loh, kok bisa ada di atas pangkuan lo, sih? jangan-jangan?" Keysa sengaja untuk tak melanjutkan ucapannya itu.
"Nih, gue balikin! Jangan suuzon, gue kan tadi itu udah niat buat bantuin lo, masukin semuanya dari ponsel lama ke ponsel baru punya lo. Sekarang udah semua, ponsel baru lo udah bisa digunain, nih!" jawab Dion, lalu menyerahkan ponsel tersebut dan langsung diterima oleh Keysa.