Meleset

1002 Kata
"Ya ampun, Sayang! Percaya deh sama, Tante, Dion enggak bakalan ngelakuin hal yang aneh-aneh!" ucap Reta, yang berusaha untuk menenangkan hati Keysa. "Tapi, Tante," sahut Keysa, tetapi perempuan itu tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya itu. "Percaya enggak sama, Tante?" tanya Reta, sedikit dibumbui ancaman pada nada bicaranya itu. Terdengar hembusan napas yang dikeluarkan dari mulut Keysa, lalu perempuan itu pun menjawab, "Iya, Tante, Keysa percaya kok. Pokoknya, awas aja kalau sampai Dion nyari cewek lain!" "Haha! Lagian, kamu sih bilangnya yang enggak-enggak," sahut Reta, yang diawali dengan suara tawa terlebih dulu. "Ya udah, sekarang kamu siap-siap, gih! Pakai baju yang rapi, soalnya Tante mau ke situ," titah Reta, yang tak langsung dimengerti oleh Keysa. "Maksudnya, Tante?" Pada akhirnya, perempuan itu memutuskan untuk mengeluarkan pertanyaan. Dan Reta memang ditakdirkan untuk terus berucap kata sabar di dalam hati, dengan kadar yang cukup banyak. "Tante bilang, kamu sekarang siap-siap, terus pakai baju yang bagus. Karena, Tante mau ke kosan kamu, Sayang!" "Sekarang, Tante?" tanya Keysa lagi. "Iya, Sayang! Kan tadi Tante udah jelasin," jawab Reta, dengan sedikit menahan amarah, tetapi mau bagaimana lagi? Karena Keysa adalah pilihan yang sudah ia yakini sangat tepat sekali. "Ya udah, Tante, teleponnya Keysa tutup dulu ya! Assalamu'alaikum!" pamit Keysa, lalu tanpa menunggu jawaban dari Reta sama sekali, Keysa langsung menutup panggilan telepon tersebut. Dan Reta yang diperlakukan seperti itu, hanya dapat mengusap dadanya saja. berkata sabar terus menerus di dalam hati. Setelah itu, ia mengulas senyum, karena kenangan dirinya dengan sang suami itu kembali menguar di dalam ingatannya. Di mana kejadian dan semuanya memang sama persis sekali. "Ah! Kenapa jadi kangen kek gini, ya?" gumam Reta, lalu mengulas senyum lagi dan memilih untuk naik ke atas tempat tidur. Lain halnya dengan Reta yang tengah mengulas senyum terus-terusan, Dion justru tengah menahan kesal dan juga rasa sesak yang berada di dalam hatinya. Mendengar cerita yang diutarakan oleh sang kekasih, langsung membuat hatinya itu terbakar, dan saat ini tujuan Dion bukanlah seperti apa yang tadi ia katakan pada Keysa lewat sambungan telepon. Melainkan mengarahkan mobil menuju ke indekos yang ditempati oleh Keysa. Entah apa yang dilakukannya saat ini memanglah benar atau tidak, tetapi yang pasti Dion meminta penjelasan dari setiap cerita yang diutarakan oleh Keysa tadi. Kalau memang benar, Keysa akan memiliki sebuah idaman hati yang lain lagi. Maka, dengan sangat terpaksa sekali hubungan mereka berdua yang belum lama diresmikan itu harus kandas saat itu juga. Tak butuh waktu lama yang sangat lama untuk Dion mengendarai kendaraan roda empatnya itu, karena memang lalu lintas yang lumayan sepi. Padahal, sekarang adalah malam minggu, di mana biasanya kendaraan akan beramai-ramai memenuhi jalan. Entah mengapa dan juga ada apa untuk hari ini, mungkin mendukung bagaimana rasa sakit hati yang tengah dirasakan oleh Dion saat ini. Setelah tiba di depan indekos Keysa, Dion terlebih dulu duduk di kursi yang berada di situ, tak memilih untuk segera mengetuk pintu tempat tinggal sang kekasih. Namun, pikirannya itu berubah. Yang tadinya akan meminta penjelasan dan juga pada kenyataannya adalah Keysa mencintai laki-laki lain, maka ia akan memutuskan hubungan tersebut. Tetapi, Dion tak cukup kiat dan juga berani untuk mengambil keputusan yang seperti itu, maka sekarang Dion memilih untuk berdiri dan melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam mobil yang ia bawa itu. Memutuskan untuk mengitari kota saja, sendirian. Meskipun sekarang adalah malam minggu, di mana semua orang akan menikmati malam hari bersama dengan pasangan, tetapi lain halnya pada apa yang terjadi di hidup Dion saat ini. Mengendarai dengan pikiran yang sangat frustrasi dan juga banyak beberapa beban di pikirannya. Bagaimana nanti jika Keysa memang benar ada hati, pada laki-laki lain. Sama halnya dengan Dion yang tengah bingung dan juga frustrasi, Keysa juga bingung kenapa calon mertuanya tak kunjung datang untuk menjemput? Padahal, Kiara sudah sedari tadi selesai dengan kegiatan merias diri, tetapi ternyata Reta tak kunjung datang ke sini. Sehingga, mau tak mau Keysa memilih untuk segera meraih ponsel miliknya yang sudah ia masukkan ke dalam tas. Mencari nama kontak dari calon mertuanya itu. Cukup lama menunggu dan juga mengulang beberapa kali kegiatan Keysa menelepon Reta, dan akhirnya perjuangan dari Keysa itu tak sia-sia. "Halo, Sayang! Dion udah dateng ya? Gimana, gimana? Kamu diajak sama anak Tante pergi ke mana?" tanya Reta, yang langsung memberi pertanyaan yang begitu banyak pada Keysa. Tentu saja hal itu membuat Keysa merasa sangat heran, lalu dengan sangat pelan-pelan perempuan itu pun bertanya, "Loh, kok malah bahasnya tentang Dion sih, Tante? Padahal, Keysa udah nungguin Tante dari tadi." "Hah? Maksudnya gimana, sih? Dion enggak ke situ?" tanya Reta, dengan wajah yang sudah sangat heran sekali dan juga kondisi saat ini sudah duduk dari posisinya yang tadi. "Bentar, deh, Tante. Urusannya sama Dion itu apa?" tanya Keysa balik, yang semakin heran dengan calon mertuanya itu. "Jadi gini, Nak. Tante kira, kisah Tante sama suami tante itu bakal terulang lagi sama kalian berdua. Kejadiannya juga sama persis kek gitu, tapi kenapa Dion enggak ke kosan kamu, ya?" ujar Reta, menjelaskan opini yang sedari tadi ada di pikirannya. Keysa terdiam dulu, lalu setelah itu ia kembali berucap, "Jadi, ada artian kalau Dion itu bener-bener nyari cewek lain ya, Tante?" "Eh!" Reta langsung gelagapan dan juga bingung harus berucap apa, untuk menjawab apa yang tadi diutarakan oleh calon menantunya itu. "Tunggu sebentar ya, Nak! Tante mau ke kosan kamu, sekarang share lock aja lokasinya di mana!" ujar Reta, lalu tanpa menunggu persetujuan dari Keysa sama sekali. Reta langsung memutuskan sambungan telepon tersebut. "Haduh! Ini kok kenapa jadi begini, sih? Padahal hayalan yang sudah ada di pikiran saya itu udah bagus banget!" gerutu Reta, yang kini tengah mencari pakaian yang cocok untuk ia pakai. Setelah menemukan pakaian yang cocok, baru setelah itu Reta segera mengganti dengan apa yang kini tengah dikenakan. Merasa sedikit risau dan juga heran dengan anak semata wayangnya itu. Reta benar-benar mengira jika kisah anaknya, akan sama dengan apa yang ia alami. Namun, ternyata tak ada yang sama. Buru-buru Reta keluar dari dalam rumah dan segera menuju ke mobilnya yang terparkir rapi, lalu dengan segera melajukan mobil tersebut untuk menuju ke indekos calon menantunya. Yaitu, Keysa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN