Lift yang panas

1121 Kata

Pandu baru saja ke luar dari toilet, dia bergabung kembali dengan Rio, “Di mana Hendra?” tanya Pandu. Rio segera menunjuk Hendra yang sibuk bekerja dengan dagunya, sedangkan dirinya terus berjoget meski tak berniat turun ke lantai penuh sesak lautan manusia mabuk itu. Pandu mengelilingkan pandangannya, belum dia temukan Tari, dia yang terlalu sibuk, buni ponselnya pun malah membuatnya terkejut. [Aku pulang dulu, Sayang. Bunda telepon, aku tidak menemukanmu jadi aku segera pergi tadi.] Pandu pun membuang napas kasar, dia yang baru saja duduk, segera berdiri, “Aku akan pulang.” Ucapnya ke Rio. “Kenapa buru-buru?” tanya Rio. Bahkan dengan segera menghentikan kesibukannya, “Ada masalah? Kau tidak suka pestanya?” Rio jadi bingung sendiri. “Hey?!” ke duanya menoleh, mendapati teman Rio yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN