Setelah puas memeluk dan menciumi kalung kerang itu, Lili menyimpannya kembali ke kotak asalnya tadi, mengambil koper, dia akan menyusul Pandu sekarang juga. Tidak peduli dengan malam yang sebentar lagi akan siang, atau bahkan sopir yang sudah jamnya istirahat, Lili yakin Pandu masih menyimpan hati, buktinya Pandu memberikan hadiah yang sangat spesial untuknya. Dengan koper besar dan pakaian hangat, Lili turun ke lantai dasar sambil melempar senyum, “Malam, Papa.” Mendekat, mencium papanya penuh sayang. “Ke mana?” tanya papa Lili. “Papa, tahu? Pandu memberiku hadiah yang speeeeesial, Lili yakin kalau Pandu masih mencintai Lili, Pa.” Lili tidak sabar mengucapkan terima kasih ke Pandu. Papa Lili terkekeh, “Pandu ‘kan sudah punya tunangan?” “Hanya tunangan, Pa. Bisa saja hanya sewaan saj

