Tepi pantai

2047 Kata

Kepala Rizky seolah mau pecah. Dari tadi, seolah tak terhitung berapa kali dia mencoba menelepon Tari, dan hasilnya tetap saja nihil. “Pandu punya banyak kenalan, apa aku ke rumahnya saja?” monolognya sendiri. Setelah mempertimbangkan, mengangguk karena yakin itu yang paling benar, Rizky pun segera meluncur ke rumah Pandu. “Aden Pandu ada di Bali, tuan dan nyonya juga ke sana, ada acara penting, lalu calon istri aden Pandu juga ikut.” Rizky mengerutkan kening mendengar ucapan bibi Pandu, “Calon Pandu? Dia akan menikah?” ulangnya keheranan. “Iya, Aden Rizky. Memang calon aden Pandu, tapi belum bertunangan secara resmi.” Rizky pun mengangguk, “Saya pulang dulu, Bi. Kalau Pandu pulang saja, katakan aku datang.” Pulang ke rumah juga tak ingin, Rizky pun ke bar biasa yang sering dia datangi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN