“Kamu mau menceritakan tentang sesuatu? Mungkin aku bisa memberi jalan ke luar saat kamu butuh.” Tari meringis, dia tidak yakin dengan apa yang dia katakan saat ini. Pandu menggeleng. “Oiya, kamu dan Rizky kenal di mana? Hobi kalian berbeda? Tidak mungkin kan kamu mengenal Rizky karena ingin makan di kafenya?” Pandu terkekeh, “Di klub, aku dan dia sama-sama mabuk, lalu kita berjoget bersama, dia baru saja putus dari pacarnya saat itu, dan aku baru bertengkar dengan mama, kami bercerita banyak hal sambil mabuk.” Pandu tertawa mengingat pertemuan itu, “Dia mengajakku mampir ke kafenya, kebetulan sangat dekat dengan gym-ku, jadi aku sering ke sana untuk menghindari mama dan papa.” imbuh Pandu. “Apa sudah lama? Lebih lama dariku dan Rizky?” “Bisa dibilang begitu.” Tari mengangguk, “Rizky

