Jangan kawatir

1664 Kata

“Semalaman aku menghubungimu, aku kawatir ponselmu tidak aktif, dan kamu!” Lili membentak sekuat suara yang dia punya. Menggeleng, dia tak hanya ingin memaki, tangannya dengan cepat segera memukuli lengan Hendra, “Siapa yang bersamamu semalam, huh?! Siapa?!!” bentaknya lagi. “Semua tidak seperti yang kamu pikirkan, Lili. Aku tidak seperti itu.” Hendra membela diri sebisanya. “Aku mau masuk kamar itu.” lirih Lili. “Kamar apa? Aku tidak mengerti dengan yang kamu bicarakan.” Hendra membuka ke dua tangan, bertanya dengan sepenuh jiwa. Lili mendekat, menyeringai tepat di depan wajah Hendra, “Kau ke sini sebagai petugas kebersihan? Bukan untuk menginap, huh?!” Lili menggeleng, “Aku tidak sebodoh itu, Hendra.” Membiarkan suasa menyelimut tetap tanpa suara, akan sampai kapan Hendra membungkam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN