Pandu baru sampai di rumah yang selama ini digunakan untuk tinggal bersama dengan Rio dan Hendra. Melihat Hendra di depan TV tanpa pakaian rapi, Pandu bergabung, dan duduk di sebelahnya, “Rio sudah berangkat?” Hendra menarik napas, “Dia sangat terpukul, tapi kita lupakan saja, ada yang lebih penting untuk dibahas.” “Apa?” tanya Pandu penasaran. “ Aku ke kantor polisi dengan Rio, mereka yang di sana tidak ada yang mengenal Rio, sepertinya ini semua hanya permainan, dan kamu pasti tahu siapa orangnya.” kata Hendra. “Apa mungkin itu Rizky?” Pandu merasa Rizky tak akan setega itu. Bukan tentang bagaimana Rizky memfitnah Rio, tapi karena apa yang hancur adalah milik bunda Tari, cinta tak akan seperti itu. Hendra menggeleng, “Berhati-hatilah.” “Aku masih belum bisa percaya, Rizky sangat me

