“Bagaimana makanannya?” tanya Rizky. Dia juga ikut makan semeja dengan tiga tamu spesialnya ini. “Nikmat dan lezat, aku tidak mengira kalau tanganmu berguna untuk memasak.” Ejek Rio sambil terkekeh. Hendra ikut terkekeh mendengar sarkas Rio, “Nyatanya makanannya memang enak, oiya ...aku cukup terkejut melihat Nona Tari di sini, apa tidak ada pesta untuk merayakan kembalinya Nona Tari?” Hendra dengan sengaja menoleh ke Tari. Tari hanya meremas sendoknya, dia sedang tak ingin urun apa pun dalam pembicaraan malam ini. “Ya, aku ingin mengajak kalian merayakan ini, mungkin besok malam—“ “Aku ada pemotretan besok.” Tukas Tari yang tak mau acara tidak berguna itu dilangsungkan. "Aku yakin Hans tidak akan membuatmu sibuk di malam hari, Sayang.” ucap Rizky, “Lagi pula ...setelah kebebasanmu p

