RANDITA Aku dan Deryl keluar dari rumah sakit ibu dan anak setelah memeriksa kandungan. Aku bersyukur semua sehat. Kata Dokter Clarissa, aku hanya butuh nguatin mental untuk menghadapi persalinan nanti. Dari sepanjang koridor rumah sakit, Deryl terus menggenggam tanganku. Apa lagi saat pemeriksaan tadi. Aku menangis haru melihat bayiku dalam monitor. Dan Deryl lah yang menguatkan aku. "Dia tumbuh dengan baik. Tapi aku gereget sih, anakmu itu nggak mau nunjukin jenis kelaminnya," ucap Deryl saat kami sudah berada di dalam mobil. "Dia mau kasih kejutan buat kita." "Kayaknya bener deh. Aku harap anakmu cowok, biar bisa aku ajak main Nintendo sama pergi ke timezone. Nanti bakal aku ajarin main basket dan sepak bola." "Asal nggak diajarin jadi playboy aja." "Oh. Itu ntar kalau dia udah t

