Chapter 24

1469 Kata

Disebuah kamar luas dengan interior mewah yang didominasi warna emas, seorang pria paruh baya terduduk lemas di sofa panjang sudut ruangan yang berdekatan dengan jendela. Tangan tua yang sudah dihiasi keriput itu masih menggenggam erat ponselnya. Nathanial memandang nanar langit biru berhiaskan awan putih diluar sana. Hari yang terlalu indah hingga membuatnya ingin menyumpah. Entah kapan terakhir kali Nathanial menikmati hari seindah ini. Ia memiliki segala yang kebanyakan orang inginkan, tetapi semua terasa hampa dan ini akibat kesalahan yang diperbuatnya sendiri. “Bagaimana? Dia membuatmu kesal lagi ‘kan?” tanya sebuah suara yang tak lain adalah Luciana, istri Nathanial. Wanita itu menyuguhkan secangkir teh hangat tanpa gula keatas meja kecil lengkap dengan camilan berupa potongan buah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN