Chapter 25

1286 Kata

“Selamat pagi, Dokter Vier,” sapa seorang pasien yang baru saja membuka pintu ruang kerja Zavier. Dokter yang baru selesai bersiap-siap itu tersenyum ramah, mempersilakan pasien pertamanya untuk duduk di kursi yang ada dibalik meja kerjanya. “Padahal aku tidak berharap kita bertemu lagi disini, Omari,” balas Zavier yang membuat keduanya terkekeh. “Apa keluhanmu kali ini?” “Dari kemarin sore perut saya sakit, Dok,” jelas pemuda itu. “Bisa dijelaskan lebih spesifik?” tanya Zavier seraya melakukan pemeriksaan dasar. “Seperti diare. Saya sudah coba membuat orarit sendiri seperti yang dulu pernah Dokter ajarkan, tapi masih belum membaik,” keluh Omari. “Baik, kita periksa dulu,” balas Zavier melanjutkan pekerjaannya. Setelah beberapa minggu klinik tak banyak kedatangan pasien, sepertinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN