“Selamat datang kembali di rumah, Mr. Zavier Walter atau yang lebih dikenal para pasiennya sebagai Dokter Zavier Brishon.” Zavier terkejut, bingung, dan gelagapan. Ia sangat tidak terbiasa menjadi pusat perhatian seperti ini. Belum lagi tatapan aneh semua orang membuatnya sulit mendefinisikan keadaan ini. Kalimat sambutan itu seperti menariknya kedalam sebuah ruangan sempit tanpa ventilasi dan juga udara. Menyesakkan. Berbeda dengan respon yang diterima semua orang, Nathanial justru tersenyum hangat dan menghampiri putranya tersebut. Diraihnya lengan Zavier yang masih mematung hingga membuat dokter itu terkesiap. “Berikan sambutan,” pinta Nathanial. Ia tahu putranya tidak siap, terasa dari tangan Zavier yang dingin dalam genggamannya. Namun, mau tidak mau Zavier adalah seorang Walter.

