“Langsung saja, Tante,” pinta Zavier tak ingin berbasa-basi lebih lama. Meskipun tidak memiliki pekerjaan pasti saat ini, tetapi Zavier tengah diminta oleh ayahnya untuk belajar mengelola perusahaan. Setidaknya mengumpulkan orang-orang yang bisa ia percaya untuk membantunya menjalankan roda bisnis turun temurun keluarganya. Banyak kepala yang menggantungkan nasibnya pada perusahaan. Wanita paruh baya itu menghela napasnya panjang. Dibawah meja sana, jemarinya saling bertaut dan sesekali ia membasahi bibirnya yang kering. Sementara itu Amanda masih menunduk dan sesekali menepuk punggung putranya yang terlelap. “Kami, kami ingin minta maaf padamu. Sebagai yang lebih tua, seharusnya kami sadar bahwa tidak seharusnya memperlakukan orang lain dengan buruk dan memandang sebelah mata, tapi kam

