“Orang itu yang selalu membuatku ketakutan seperti ini,” ujar Anna terdengar gugup. Kerutan di dahi Zavier semakin tampak. Tubuhnya tanpa sadar mendekat pada Anna dan menatap wanita yang terus menunduk itu dengan intense. Kali ini, rasa penasarannya berhasil dipancing. “Kalau kamu tidak keberatan, coba ceritakan dengan jelas padaku! Itupun kalau kamu siap membaginya dengan orang asing sepertiku,” pinta Zavier terdengar hati-hati. Wanita muda dihadapannya itu terus terlihat gugup. Jemarinya saling bertaut dan jelas sekali jika ia sedang berusaha untuk terlihat tenang saat ini. Zavier tidak ingin memaksa. Sebagai seorang tenaga kesehatan meskipun psikologi bukanlah bidangnya, tetap saja Zavier paham jika foto-foto dihadapan mereka saat ini merupakan trigger untuk Anna. Tanpa aba-aba, pri

