Chapter 40

1562 Kata

Orang-orang tampak berkerumun dan terlihat cemas membuat Zavier semakin mempercepat langkah kakinya. Ia membelah kerumunan dan pemandangan memilukan itu segera membuatnya terkesiap. Sesosok manusia tergolek tak berdaya dalam posisi miring sedikit telungkup dibawah pohon kurma yang rindang. Tak ada yang berani mendekat ataupun menyentuhnya. Saat teman-temannya berhasil menyusul, Zavier langsung menekuk lututnya dan meraih bahu sosok itu dengan cemas. Degup jantungnya berderap kencang saat mengenali ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban. Ia sangat mengenalinya hingga membuat napasnya tercekat. Tanpa terasa mata Zavier pun berkaca-kaca. Bibirnya bergetar dan batinnya menggumamkan harapan serta doa yang tak sedikit pun putus. “Bb-Bin,” panggil Zavier disertai mengguncang bahu sosok yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN