Chapter 39

1364 Kata

“Dua wajah Faradisa: kegelapan dibalik gemerlap lampu kota.” “Gaji tak memadai, bantuan pemerintah dioroti. Bobroknya negeri ini.” “Ijazah tak pernah diakui, mau jadi apa anak-anak penerus generasi ini?” “Beginilah potret para relawan yang tangguh melawan peraturan demi kesejahteraan warga lokal.” “Mengendap bertahun-tahun, wabah di desa bisa dicegah asal...” “Siapa paling bersalah dibalik wabah yang menimpa warga desa?” “Bukti pelanggaran undang-undang lingkungan hidup oleh perusahaan Dates Farm akurat, tetapi gugatan ditolak kejaksaan.” “Berusaha mendapatkan keadilan, dua relawan hilang tak diketahui nasibnya.” Begitulah kira-kira judul berbagai artikel dalam media cetak maupun liputan televisi sehari setelah para wartawan datang ke tempat tinggal relawan. Ares menceritakan semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN