“Dua wajah Faradisa: kegelapan dibalik gemerlap lampu kota.” “Gaji tak memadai, bantuan pemerintah dioroti. Bobroknya negeri ini.” “Ijazah tak pernah diakui, mau jadi apa anak-anak penerus generasi ini?” “Beginilah potret para relawan yang tangguh melawan peraturan demi kesejahteraan warga lokal.” “Mengendap bertahun-tahun, wabah di desa bisa dicegah asal...” “Siapa paling bersalah dibalik wabah yang menimpa warga desa?” “Bukti pelanggaran undang-undang lingkungan hidup oleh perusahaan Dates Farm akurat, tetapi gugatan ditolak kejaksaan.” “Berusaha mendapatkan keadilan, dua relawan hilang tak diketahui nasibnya.” Begitulah kira-kira judul berbagai artikel dalam media cetak maupun liputan televisi sehari setelah para wartawan datang ke tempat tinggal relawan. Ares menceritakan semua

