Detik-detik penuh ketegangan terus menyelimuti rumah mewah dikawasan elit ini. Namun, tak bisa dipungkiri jika beberapa orang justru menikmati pertunjukan tersebut. Salah satunya adalah Nathanial yang benar-benar hanya menjadi penonton. Bahkan saat Luciana dengan manjanya mengadukan sikap tidak sopan Zavier padanya, Nathanial hanya mengedikkan bahu. Terlebih setelah ia mengetahui bahwa dokter pribadi yang selama ini dipercayainya ternyata lebih menurut pada Luciana dan seolah membiarkan penyakitnya semakin parah. Nathanial angkat tangan dan membiarkan Zavier melakukan apa pun sesuka hatinya. “Sedang apa?” tanya Nathanial yang baru memasuki kamar Zavier. Waktu telah menunjukkan hampir tengah malam, tetapi lampu di kamar itu masih terang benderang. Zavier yang sedang sibuk dengan gawainya

