Bab 4

1092 Kata
Acara pernikahan Exel dan Mira akan di selenggarakan siang ini di rumah kediaman Mira yang sangat megah itu. Tak pernah Mira bayangkan sebelumnya dirinya akan menikah dengan pria yang usianya lebih muda darinya. Karena ulah Exel yang tadinya akan menjebak Melani malah Mira yang kena. Exel dan Mira harus terpaksa menikah. Mira menikahi Exel agar nantinya Exel tidak mengganggu Melani yang sedang fokus sekolah dan belajar. Masa depan Melani masih panjang. Mira tidak mau nantinya Exel merusak masa depan Melani. Sedangkan Exel menikahi Miranda hanya karena di desak oleh Dion dan Erin. Tentunya demi bisnis perusahaan papa Dion. Selain itu, Exel mempunyai rencana untuk mendekati Melani. Exel masih sangat terobsesi dengan kemolekan Melani. Tidak ada tamu yang di undang di acara pernikahan Miranda dan Exel, hanya sanak keluarga saja. Mertua Mira juga akan datang menghadiri pernikahan mantan menantunya itu. Miranda begitu sangat cantik menggunakan kebaya putih, riasan pengantin yang natural membuat Mira semakin terlihat cantik bahkan lebih cantik dari Melani. "Subhanallah, Mommy sangat cantik sekali. Daddy tiri Melani pasti terperangah dengan kecantikan Mommy ku ini," celoteh Melani memuji kecantikan Mommy nya sehingga membuat mommy nya tersipu malu. "Benarkan sayang, kalau Mommy ini sangat cantik?" tanya Mira kepada Melani. "Benar Mommy ku sayang," seru Melani. Mobil rombongan pengantin laki-laki sudah tiba di halaman luas rumahnya Miranda. Kedatangan keluarga calon pengantin laki-laki di sambut hangat oleh sanak keluarga Miranda. Sebab, Miranda sudah tidak punya orang tua lagi. Bahkan yang akan jadi wali nikah adalah adiknya alm ayahnya Miranda. "Selamat datang," sambut Susan sepupunya Miranda. Susan begitu ramahnya menyambut keluarga Exel. "Sial banget sih nasib gue, sial karena harus menikahi si janda tua ini," kesal Exel dalam hatinya. Terlihat jelas dari raut wajah Exel kalau dirinya sangat tidak menginginkan pernikahan ini terjadi. Hemm! Exel dan keluarganya sudah berada d dalam rumahnya Miranda. Karena semua orang lagi lengah, ini kesempatan bagus untuk Exel bisa menemui Melani. Kali ini, Melani tidak menemani mommy nya. Melani tengah berada di dalam kamarnya. Miranda kini di temani oleh Susan. Melani membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar, Melani lagi merapikan riasannya. Exel begitu senang ketika melihat pintu kamar Melani terbuka lebar. Exel nyelonong masuk dan menutup serta mengunci pintu kamar Melani. "Kau!" Melani begitu terbelalak kala dirinya melihat Exel yang berdiri di balik pintu kamar yang sudah tertutup rapat. "Mau ngapain kau?" tanya Melani yang mulai ketakutan dengan Exel. Perlahan-lahan Melani mundur kebelakang ketika Exel perlahan-lahan maju menghampirinya. Exel mendorong tubuh Melani hingga membuat tubuh Melani terhempas ke atas kasur. Exel dengan gesitnya langsung mencengkram kedua tangan Melani hingga kini Melani dalam k*ngkurungan nya Exel. "Mau ngapain sih?" sentak Melani. Melani tidak bisa memberontak sebab Exel begitu kuat mencengkram nya. "Aku ingin bercinta denganmu Melani sayang meskipun hanya sekejap," ucap Exel dengan senyum seringai liciknya. Melani semakin ketakutan saja. Dan kini Miranda sudah keluar kamar tentunya di dampingi oleh Susan. "Susan di mana Melani?" tanya Mira kepada Susan ketika berjalan menuruni anak tangga. "Katanya tadi Melani mau merapikan riasannya," jawab Susan. "Oh gitu." Di dalam kamar, Melani sama sekali tidak bisa melawan. Melani berada dalam cengkraman Exel yang begitu sangat kuat. Tatapan Exel terlihat sangat menyeramkan. Ingin rasanya Exel segera menc*mbu bibir Melani. Namun, dengan gesitnya Melani selalu menolak dengan cara memalingkan wajahnya kesamping. Miranda sudah duduk manis di depan penghulu. Kini mereka mulai menyadari dengan ketiadaan Exel. "Di mana Exel pa?" tanya Erin kepada Dion suaminya. "Iya ya! Kemana perginya anak itu." Papa Dion malah berbalik bertanya. Sementara Exel masih berada di dalam kamarnya Melani. Belum menikah saja, Exel sudah berani berbuat seperti itu kepada Melani. Apa lagi nanti ketika Exel sudah sah menjadi suaminya Miranda dan otomatis menjadi ayah tirinya Melani. Exel sudah berhasil menc*mbu b*bir ranum Melani dengan sekilas, sebab Melani tidak membalasnya sama sekali. Melani terhanyut oleh permainan Exel, tapi dirinya tidak bisa membalas permainan dari Exel. Exel memainkan si kembar milik Melani sehingga sukses membuat Melani mengeluarkan suara imutnya sehingga membuat hasr*t Exel semakin memuncak saja. "Bagus sayang, suara mu begitu indah." Exel kembali mengk*cup b*bir ranum Melani. Sehingga kini c*uman pertama Melani sudah di renggut oleh Exel. Sekilas Melani membalasnya, sebab Melani sudah sangat terhanyut dengan permainan Exel. "Apakah kau suka sayang?" tanya Exel. Refleks saja di anggukan oleh Melani. Tangan Exel terus memainkan aset kebanggaan Melani. Membuat Melani jadi semakin terbuai saja. Miranda menyuruh susan untuk memanggil Melani di kamarnya. Sementara Dion dan Erin mencari keberadaan Exel. Exel dan Melani lupa kalau hari ini adalah hari pernikahan untuk Exel dan Miranda. Exel kembali menc*mbu bibir ranum Melani dengan sangat lembut tapi semakin lama, ciuman itu semakin menuntut. Melani awalnya bingung. Namun, perlahan-lahan Melani membalasnya hingga membuat Exel berhasil menjelajah. Tok...tok...tok! "Melani, " panggil Susan di balik pintu kamar Melani yang terkunci rapat. Susan terus menggedor-gedor pintu kamarnya Melani. Exel dan Melani begitu panik. Dengan terpaksa Exel menghentikan permainannya. "Bagaimana ini? " tanya Melani yang mulai panik. Melani takut sekali kalau Susan memergoki dirinya sedang bersama Exel calon suami Mommy nya. "Tenang. Kau rapikan pakaianmu sayang. Aku akan bersembunyi. Nanti aku akan keluar kamar setelah semuanya aman. Sayang, nanti malam ketika Mommy mu tidur kita lanjutkan lagi. Kau menyukainya bukan. Melani aku sangat mencintaimu. " Perkataan Exel terdengar begitu sangat manis sehingga membuat Melani yang jutek bisa-bisanya dengan mudah tergoda oleh bujuk rayu Exel yang akan menjadi ayah tirinya. "Aku takut hamil, " ucap Melani. "Tidak akan. Kau minum penghalang saja. Melani percayalah padaku kau tidak akan hamil. " Exel terus berusaha untuk meyakinkan Melani. Di balik pintu kamar Melani, Susan terus berteriak memanggil-manggil Melani. Dengan gesit nya Melani merapikan hiasannya dan segera membuka pintu kamarnya. "Lama sekali! Lagi ngapain kamu di dalam? " tanya Susan. "Ah jangan kepo!" Melani nyelonong pergi saja. Melani tidak mau kalau Susan terus menginterogasinya. "Aneh sekali, " desis Susan. Ketika semuanya aman. Exel keluar dari kamarnya Melani. Exel menuju ke teras belakang. Exel akan berusaha agar tidak ada yang mencurigainya. Melani terus saja melamun. Melani kini duduk di sebelah Mommy nya. Melani terus menyentuh bibirnya yang sudah berhasil di cumbu oleh Exel. Sekilas Melani membayangkan ketika dirinya b*rcinta dengan Exel. "Sangat manis, " gumam Melani dalam hatinya. "Kenapa kamu nak? " tanya Miranda yang merasa aneh dengan sikap anak gadisnya yang terus menyentuh bibirnya. "Tidak apa-apa Mommy. " Melani mengelak. Hemmm, dengan alasan yang di buat Exel kalau sedari tadi Exel termenung di taman sekitaran rumah Miranda karena belum siap dengan pernikahan ini. Semuanya pun percaya. Kini Exel sudah duduk di depan penghulu di sebelah Miranda. Acara akad nikah akan segera di mulai. "Aku emang suaminya Miranda, tapi nafkah batinku akan aku serahkan kepada anaknya yaitu Melani, " batin Exel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN