Bab 3

1050 Kata
Setelah dari rumah Exel, Mira bergegas menuju Bandung untuk menemui Melani. Mira sangat yakin kalau Melani itu ke Bandung. "Aku harus menjelaskan semuanya kepada putriku agar dia tidak membenciku. Nak, Mommy ini di jebak. Tadinya laki-laki b******k itu mau menjebak kamu nak, untung saja Mommy yang meminum orange jus itu." Mira terus bermonolog. Mira berharap Melani tidak marah lagi ketika Mira sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Sementara Exel terus di desak oleh kedua orangtuanya agar Exel bertanggung jawab atas perbuatannya. Mau tidak mau Exel harus menikahi janda anak satu itu yang usianya lebih tua darinya, Exel 21 tahun yang masih menjadi Mahasiswa magang. Sedangkan usia Miranda sudah 36 tahun seorang pengusaha yang terbilang sangat sukses. Bahkan lebih sukses di bandingkan perusahaan yang dikelola oleh Pak Dion ayahnya Exel. "Masa iya ma, pa! Exel menikahi wanita tua itu. Apa kata dunia?" Exel terus berusaha menolak menikah dengan Mira. "Bodo amat apa yang di katakan dunia. Exel kamu mau kasus ini di bawa ke jalur hukum yang nantinya akan mempersulit kamu. Exel apa susahnya sih menikah dengan Nona Miranda. Meskipun dia sudah mempunyai anak gadis tapi aura nya masih kelihatan muda dan sangat cantik," kata Mama Erin berusaha untuk membujuk Exel agar mau menikahi Mira. "Huft, baik lah kalau mama dan papa terus mendesak Exel. Dengan sangat terpaksa Exel setuju untuk menikahi janda itu." Akhirnya Dion dan Erin bisa bernafas dengan lega karena Exel mau menikah dengan Miranda. Soal foto yang beredar itu sudah di hapus atas permintaan Mira agar tidak semakin tersebar luas. Melani sudah sampai di Bandung di rumah nenek alm ayahnya. Melani terus menangis, dirinya merasa malu. Apalagi foto mommy nya dan Exel lagi viral di sosmed. Melani malu jika nanti masuk sekolah. Teman-temannya pasti akan mencibirnya. Tak lama kemudian Miranda tiba juga di Bandung di rumah mertuanya. Kedatangan Miranda tidak begitu di sambut dengan baik. Nurma mertua Miranda sudah mendengar cerita dari Melani soal Mira yang di pergoki warga tidur dengan laki-laki yang usianya lebih muda darinya. "Mau ngapain kamu datang kesini Mira?" tanya Nurma dengan ketus. "Mira cuman mau bertemu dengan Melani putriku. Mira yakin sekali kalau Melani ada di sini," kata Mira. "Iya emang ada. Tapi Melani tidak mau bertemu dengan kamu Miranda. Dia sangat malu dengan kelakuan bejad mommy nya. Ish, memalukan." Nurma begitu sinis nya. Emang dari dulu Nurma itu tidak menyukai Miranda. Apa lagi di tambah putranya meninggal, Nurma selalu menyalahkan Mira atas kematian putranya. Nurma selalu mengatakan kalau Mira itu pembawa sial. Miranda hanya balas dengan senyuman. Miranda sudah biasa di perlakukan sinis oleh mertuanya. Miranda nyelonong masuk saja ke kamar Melani. Hemmm, rencana Exel setuju menikah dengan Mira karena untuk mendekatkan dirinya dengan Melani. Exel yakin dengan rencananya kali ini. Ia tidak akan gagal lagi. "Mau ngapain mommy kemari?" tanya Melani dengan sinis nya. Melani sama sekali tidak mau melihat wajah mommy nya. Melani membelakangi Mira. "Mommy cuman mau menjelaskan semuanya Nak, mommy mohon sayang. Dengarkan dulu penjelasan mommy," lirih Mira yang tak terasa air matanya menetes. Mira sedih dengan sikap putrinya. "Penjelasan apa lagi mommy. Semuanya sudah jelas. Mommy sudah membuat Melani itu malu. Apa nantinya kata teman-temanku dengan rumor yang kini telah beredar." Huft Mira berusaha untuk tenang dan perlahan-lahan Mira akan menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya. Perlahan-lahan Mira menjelaskan semuanya kepada Melani kalau Exel tadinya akan menjebak Melani. "Apa Mommy j-jadi?" Melani terbelalak kala dirinya mendengar cerita dari Mommy nya. "Iya sayang. Tadinya Exel akan menjebak kamu tapi malah mommy yang kena. Sayang, Exel itu licik, Mommy yakin suatu saat dia akan menjebak kamu lagi nak," ucap Mira sendu. "Mommy maafkan Mela," lirih Mela yang langsung memeluk tubuh sang mommy. Pelukan Melani tentunya di balas juga oleh Mira. "Tidak perlu minta maaf nak, harusnya mommy yang minta maaf karena mommy sudah membuat kamu malu nak," lirih Mira seraya menepuk-nepuk punggungnya Melani. "Mommy, Mela punya ide!" Melani melepaskan pelukannya. Terlintas ide itu muncul begitu saja. "Ide apa sayang?" tanya Mommy Mira yang begitu penasaran dengan rencana putrinya. Melani pun berbisik mengatakan rencananya agar nama mommy nya kembali baik lagi. "Bagaimana Mom?" tanya Melani mengenai rencananya itu. "Mommy setuju sayang. Good sayang. Mommy suka dengan ide kamu." Mira kembali memeluk tubuh Melani. "sekarang ikut mommy pulang. Kamu adalah salah satu alasan kenapa mommy masih tetap semangat melanjutkan hidup setelah daddy mu pergi," ucapnya penuh haru. "Iya Mommy. Melani akan ikut Mommy pulang ke Jakarta." Hemmm, Pak Dion segera menghubungi Nona Miranda kalau Exel putranya mau bertanggung jawab dan setuju untuk menikahi Miranda. Mendengar kabar tersebut tentunya membuat Miranda senang. Mira berharap kalau Exel tidak mengganggu putrinya lagi. "Mommy serius mau menikah dengan berondong?" tanya Melani yang sudah mendengar kabar tersebut. "Iya sayang. Ini demi kebaikan kamu. Mommy tidak mau kalau nantinya Exel berniat menjebak kamu. " Melani semakin kagum, pengorbanan mommy nya begitu besar untuknya. "Terima kasih Mommy." Melani kembali memeluk tubuh sang mommy. Setelah itu keduanya bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Setelah tiba di Jakarta. Mira kembali mendatangi kediaman Exel. Mira ingin Exel dan keluarganya melalukan jumpa pers untuk mengatakan semuanya yang terjadi. Mira tidak mau namanya tercoreng. Apalagi nanti saat Melani masuk sekolah, teman-teman Melani pasti mencibirnya. Mira tidak mau membuat anak gadisnya malu dan d hina. "Apa? Gak salah tuh!" Exel begitu terkejut atas permintaan Miranda yang seperti itu. "Iya emang kenapa Exel? Wajar dong saya meminta kau melakukan itu, karena kau sudah mencoreng nama baikku. Bahkan kau sudah membuat anakku malu dan marah padaku," kata Mira dengan nada suara terdengar sangat angkuh. "Exel turuti lah apa kata Nona Miranda," sahut Pak Don meminta Exel untuk melakukan apa yang di minta Miranda. Yaitu meminta maaf kepada Miranda dan menceritakan semuanya yang sebenarnya terjadi. "Ah, baiklah! Gue setuju deh. Ribet banget sih.'' kesal Exel. Miranda, Exel dan Dion serta Erin sudah mengatur jadwal untuk jumpa pers. Ini adalah termasuk rencananya Melani. Hemmm, acara jumpa pers segera du mulai. Dengan terpaksa Exel harus memberanikan diri meminta maaf kepada Mira dan mengakui kesalahannya. "Emak enak," desis Melani ketika dirinya menonton acara jumpa pers itu di televisi. Melani sangat berharap kalau nama Mommy nya tidak tercoreng lagi. Semua netizen menghujat Exel dan meminta Exel untuk bertanggung jawab. "Ok, baik! Saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya. Malam itu emang terjadi. Karena saya dan Nona Mira sama-sama tidak sadar, jadi untuk itu saya akan menikahi Nona Miranda, " kata Exel dengan tegas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN