Bab 2

1186 Kata
Ternyata Exel tidak bisa kabur. Pintu kamar sudah berhasil di dobrak oleh para warga. Exel terkejut. Mira masih tidur. "Tuh kan benar, ada yang berbuat m***m, " teriak salah satu warga. Melani tidak menyadari kalau wanita yang tidur itu adalah mommy nya. Exel tidak bisa berkutik lagi. Ini emang rencananya agar bisa menikahi Melani. Namun, kesialan malah menimpa Exel. Wanita yang ia culik ternyata Miranda bukan Melani, melainkan Mira mommy nya Melani. Usianya terbilang jauh. Mira 36 tahun. Dan Exel 21 tahun. "Itu-kan laki-laki yang sering aku lihat di kantornya Mommy, " batin Melani kala melihat Exel. Warga terus ngamuk. "Tenang dulu. Siapa tahu mereka berdua ini sepasang suami istri. " Pemilik gedung mencoba untuk menenangkan kericuhan para warga. "Mereka belum menikah. Kalau mereka berdua emang sudah menikah coba tunjukan surat nikahnya, " kata salah satu warga. Melani masih menyimak saja. Melani belum sadar kalau itu adalah mommy nya. "Kenapa jadi begini. " Exel mati kutu. Dirinya tidak bisa berkutik lagi. Mendengar keributan-keributan. Mira pun bangun. "Ada apa ini? " sahut Mira. Betapa terkejutnya Mira kala melihat banyak ya warga yang berkerumun. Apalagi kala melihat Exel karyawan magangnya ada di sebelahnya. Mira semakin terkejut kala melihat tubuhnya yang polos. "Apa yang terjadi? " Mira benar-benar bingung. Melani begitu terbelalak kala melihat wanita itu adalah mommy nya. "Mommy, " teriak Melani. Mira semakin tercengang kala melihat ada Melani. Begitu pun Exel yang baru sadar kalau ada Melani. "Memalukan! " Melani langsung menghampiri Mommy nya dan Exel. Plak Plak Melani benar-benar marah dirinya merasa malu atas kelakuan mommy nya dengan karyawan mommy nya yang terbilang masih muda. Melani menampar wajah mommy nya refleks begitu saja. Saking marah dan malunya. Melani menangis, Melani tidak menyangka kalau mommy nya bisa melakukan hal buruk itu. "Kalian nikahkan saja mommy saya dan laki-laki ini, " teriak Melani dengan emosi campur isak tangis. Setelah itu Melani pun berlari keluar dari kamar yang terletak di dalam gedung itu. Betapa hancurnya hati Melani melihat kelakuan mommy nya yang tidur dengan pria yang bukan suaminya. _ _ Kini Mira dan Exel di desak untuk menikah. Meskipun di kota, tapi para warga yang tinggal sekitaran gedung itu tidak terima dengan kelakuan buruk yang di lakukan oleh Mira dan Exel. Apalagi si pemilik gedung itu merasa aneh dan bingung. Baru kali ini ada tamunya yang berhubungan (") sampai di handang oleh warga. Biasanya aman-aman saja. Padahal Mira dan Exel tidak sampai ke tahap itu. "Benar-benar tidak beres. " "Apa ini rencana kalian berdua untuk membuat gedung saya ini rusak repotasi nya? " tanya sang pemilik gedung kepada Mira dan Exel ketika sudah bubar. Dengan bantuan polisi dan satpam mereka pun bubar. Kini tinggal Mira dan Exel yang di interograsi. "Sepertinya ada yang menjebak kami, jujur saja. Aku merasa bingung. Dan benar-benar tidak mengingat apapun, " kata Mira. "Kenapa saya bisa satu kamar dengan karyawan saya dengan keadaan polos seperti tadi," ucapnya lagi. "Bu Mira, saya percaya. Kalau Bu Mira tidak akan mungkin melakukan itu. Saya juga merasa aneh. Kenapa bisa seperti ini. " Exel tidak menyahut. Ternyata foto Mira dan Exel di sebar luaskan di media sosial ketika di pergoki warga di sebuah kamar. Foto itu langsung menjadi viral. Ini di luar dugaan Exel. Ada tangan jahil yang memotret nya dan langsung di posting di media sosial hingga ramai di bincang kan warga net. Melani semakin malu melihat pemberitaan yang lagi viral itu. Mira sudah sampai di rumahnya. Mira merasakan pusing di kepalanya. "Kenapa pusing begini. " Mira memutuskan untuk duduk dulu di atas sofa. Melani datang sembari menyered kopernya. Melani akan keluar dari rumah ini dan akan tinggal bersama neneknya di Bandung. "Melani kamu mau kemana nak? " tanya Mira. Namun, Melani nyelonong pergi saja. Mira ingin sekali mengejar Melani. Tetapi, Mira tidak kuat berjalan karena terasa perih. "Melani, " teriak Mira. "Jangan pergi nak, " pekik Miranda. "Exel apa-apaan ini. Kau sudah membuat aib keluarga mu malu, " bentak Papa Dion kepada Exel. Brak Papa Dion memukul meja. Saat ini Exel sedang berada di ruang tengah bersama Mama Erin dan Papa Dion. Kedua nya begitu malu dengan berita yang lagi viral di sosmed bahkan di media per-televisian. Exel tidak bisa membela dirinya sendiri, sebab ini semua adalah ulahnya sendiri. "Kau harus menikahinya Exel," pinta mama Erin dengan lirih. Mama Erin terus menangis , hatinya terasa sakit melihat kelakuan putra semata wayangnya. "Apa menikah?" Exel mulai buka suara. Exel tidak mau menikahi janda yang sudah punya anak gadis. Apa nanti kata orang. Exel di kampus terkenal cowok paling populer. Exel emang sangat tampan, gagah dan cool. Cuman Melani satu-satunya wanita yang tidak tertarik padanya. Mangka dari itu, Exel begitu terobsesi ingin mendapatkan Melani dengan cara liciknya. Exel tidak perduli dengan status Melani yang masih pelajar. "Mah, Pah! Exel itu di jebak, " ucapnya dengan meninggikan suara. "Di jebak? " Ketiganya begitu kompaknya menengok ke arah di mana suara itu berada. Yaitu suara perempuan. Siapa lagi kalau bukan Mira dan pelayan yang semalam menawarkan air minum kepada Melani. Mira terkejut waktu tadi saat dirinya bercermin. Mira di kejutkan dengan warna-warna merah bekas gigitan nyamuk di sekitaran leher dan si kembar. Melihat warna itu, Mira yakin kalau semalam dirinya dan Exel sudah melakukan itu. Padahal tidak sampai ke tahap itu. Karena terlalu mabuk hingga rasa kantuk itu melanda. Exel tidak sampai bermain ke tahap itu. Kemudian Mira teringat pelayan yang waktu semalam memberikan segelas orange jus kepada Melani. Namun, malah dirinya yang meneguknya sampai abis. Mira mengintrogasi pelayan itu dengan tawaran uang yang lebih besar di bandingkan Exel. Pada akhirnya Mira mengetahui semua akal bulus Exel. "Apa saya perlu tunjukan kepada Tante dan Om. Semua tanda yang ada. Semalam dia mau menjebak putri ku yang masih gadis, yang baru menginjak usia 17 tahun. Dia begitu teganya akan merenggut kesucian anak gadisku, " pekik Mira dengan getir. "Untung saja aku yang meminumnya. Kalau tidak? Mungkin nasib buruk akan menimpa putriku. " "Apa? " Mama Erin dan Papa Dion kembali terkejut. Plak Mama Erin menampar pipi kanan Exel dengan sangat kasar. "Memalukan! " pekik mama Erin. "Kau harus nikahin saya, " pinta Mira kepada Exel. Mira takut kalau nantinya Exel akan melakukan rencana yang sudah ia gagal untuk kedua kalinya. Mira tidak mau melihat putrinya hancur. "Apa Bos? Gue harus menikah sama lu? Jangan harap deh, " sahut Exel dengan angkuhnya. "Exel! " sentak Papa Dion. Plak Papa Dion menampar pipi kiri Exel. "Sakit pa! " pekik Exel. "Kalau kau tidak mau menikahi saya. Baiklah, saya akan bawa kasus ini ke jalur hukum, " ancam Mira dengan tegasnya. Sebenarnya Mira juga tidak mau menikah dengan brondong. Akan tetapi, Mira tidak punya banyak pilihan lain lagi. "Jangan Bu Mira, jangan bawa kasus ini ke jalur hukum. " Papa Dion memelas dan memohon kepada Mira. Mira adalah salah satu rekan kerja Papa Dion. Mira paling tinggi kekuasaannya. Dion tidak mau dengan kasus ini membuat perusahaannya hancur dan nantinya bangkrut. "Kalau begitu, suruh putramu untuk segera menikahi ku. " "Tidak mau! " Exel terkekeh. Exel tidak mau menikahi Mira yang usianya lebih tua darinya. "Exel, " sentak Papa Dion. "Kau harus menikahi Bu Mira, " sahut mama Erin. "Exel tidak mau! " pekik Exel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN