34-Rahasia Tersembunyi

1611 Kata

Pria berjas abu-abu dengan rambut klimis itu keluar dari lift. Dia berjalan seraya membenarkan letak dasi yang terasa mencekik. “Selamat pagi, Pak Verza. Pak Firan sudah menunggu Anda di dalam.” Ucapan sang sekretaris membuat Verza mengernyit bingung. Dia melangkah lebar menuju ruangannya, membuka pintu kecokelatan itu hingga melihat pria paruh baya duduk di kursinya. “Ada apa?” tanya Verza sambil melangkah masuk. Firan mengangkat wajah. Dia tersenyum melihat Verza yang tampak berbahagia itu. “Menikah bikin kamu sering tersenyum.” “Ada hubungannya sama kerjaan? Kalau enggak mending papa keluar,” usir Verza terang-terangan. Sudut bibir Firan tertarik ke atas. Dia membuka map yang sejak beberapa hari yang lalu ingin dia serahkan ke Verza. “Ini. Hotel di Lombok buat kamu.” Kedua alis V

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN