35-Pengakuan

1621 Kata

Verza gelisah setelah menelepon Rensha dan dijawab oleh Renga. Sekarang dia telah sampai di rumah Rensha, dia hendak berjalan ke pintu utama saat suitan pelan itu terdengar. Dia menoleh, melihat Renga berdiri di dekat pintu gerbang. “Huh.” Verza menghela napas panjang. Rasa gelisah semakin bertambah. Dua kali Verza dipanggil oleh Renga agar melewati pintu garasi. Firasatnya mengatakan kalau ada sesuatu yang akan terjadi. Melihat pria yang berjalan ke arahnya, Renga tersenyum. Tangannya terkepal erat, tidak sabar untuk menonjok pria di depannya itu. Saat Verza telah berdiri di depannya, Renga langsung mengeluarkan amarahnya. “Lo apain adik gue!!!” teriak Renga sambil memukul rahang Verza kanan dan kiri. Verza yang tidak siap dengan pukulan Renga setika terdorong dan jatuh terduduk. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN